BolaSkor.com - Nama besar Arema FC sebagai salah satu tim raksasa di tanah air akhirnya tercoreng. Hal itu imbas dari kerusuhan yang dilakukan Aremania di akhir pertandingan, kala Arema FC menjamu Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/4).

Pertandingan pada pekan keempat Liga 1 berakhir pada menit ke-92 ketika skor imbang 2-2. Wasit Handri Kristanto tidak sempat meniupkan peluit panjangnya. Situasi sudah terlanjur kacau sehingga semua perangkat pertandingan langsung diamankan ke ruang ganti.

"Teman-teman Aremania terlihat kecewa dengan wasit, sehingga berusaha merangsek masuk ke lapangan. Karena sebelumnya ada kartu merah (untuk Dedik Setiawan pada menit ke-88)," ujar Kapolres Malang, AKBP Yedi Setiawan Ujung.

Pihak kepolisian pun menegaskan apa yang dilakukan sudah sesuai prosedur dan tidak berlebihan. Pasalnya, polisi sempat menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan ribuan Aremania yang berhamburan ke tengah lapangan untuk menyerbu wasit dan para pemain kedua tim.

Akibatnya, ratusan korban berjatuhan karena mengalami sesak napas. Sebagian diantaranya adalah perempuan, yang mengalami trauma akibat kepanikan berlebih saat terjadi kerusuhan.

"Para korban sudah dilarikan ke rumah sakit dengan ambulance dengan, untuk mendapatkan perawatan secepatnya," papar Ujung.

"Seusai pola pengamanan, bahwa yang berhak lebih dulu mengantisipasi suporter adalah security internal (petugas keamanan Panpel Arema FC). Dan kami melakukan tugas sesuai protap (prosedur tetap), termasuk pengawalan Persib dengan kendaraan Barakuda," tambahnya.

Beruntungnya, kesigapan polisi mampu meminimalkan korban lebih banyak lagi. Kerumunan massa berangsur bubar sehingga situasi cepat kondusif di sekitar Stadion Kanjuruhan selama kurang dari tiga jam. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)