BolaSkor.com - Istilah pay driver: pembalap yang membawa sponsor ke tim atau membayar agar mendapat kursi balap sudah bukan menjadi rahasia umum di Formula 1 (F1).

Namun ternyata istilah pay driver juga mulai masuk ke Kejuaraan Dunia Balap Motor, termasuk MotoGP. Hal ini dibocorkan Scott Redding.

Baca Juga:

Suzuki Yakin Alex Rins Sudah Siap Jadi Andalan Tim di MotoGP 2019

4 Rekor yang Dipecahkan Marc Marquez di MotoGP 2018

Redding sendiri tidak mendapat tim untuk MotoGP 2019. Dia hanya akan tampil di ajang Superbike Inggris. Padahal lima musim terakhir, Redding selalu konsisten mengikuti MotoGP.

Redding pun mengutarakan kekecewaannya terhadap Kejuaraan Dunia Balap Motor. Utamanya lantaran kini banyak pembalap membayar untuk mendapatkan tim. Alhasil karena faktor uang, sering kali tim tidak mendapatkan hasil maksimal dalam mengontrak pembalap.

"Ini semua bisnis, semua tentang uang. Itu masalah di Kejuaraan Dunia Balap Motor. Entah itu Moto3, Moto2, maupun MotoGP," kata Redding.

“Bahkan jika tim memiliki anggaran, mereka masih mengenakan biaya untuk pembalap yang perlu membayar. Karena mereka (tim-tim) bisa melakukannya dan karena ada orang yang ingin mengeluarkan uangnya," tambahnya.

Karena masalah uang inilah, Redding menceritakan dirinya memilih keluar dari Kejuaraan Dunia Balap Motor. Karena ia punya opsi untuk tampil di Moto2. Tapi ia enggan mengambilnya lantaran harus merogoh kocek ke tim tersebut.

Redding sendiri musim 2018 memperkuat tim Aprilia. Namun tahun depan, kursinya di Aprilia diambil eks pembalap Suzuki, Andrea Iannone.*

Baca Berita Selengkapnya soal MotoGP Lainnya di KabarOto.com