BolaSkor.com - Deja vu terjadi kepada kiper Italia berusia 22 tahun, Gianluigi Donnarumma di AC Milan. Ultras - fans fanatik - Milan dikabarkan menghampiri pusat latihan klub untuk melakukan protes langsung kepada sang kiper.

Mereka marah kepada Donnarumma yang tak juga teken kontrak baru dengan kontraknya saat ini habis di akhir musim. Apabila situasinya tak berubah Donnarumma bisa pergi gratis ke klub lain di musim panas.

Kiper timnas Italia itu tak sepi peminat dengan adanya Chelsea, Juventus, Real Madrid, hingga Manchester United memantau Donnarumma. Hal itu membuat ultras Milan berang dan menurut Sky Sport Italia mereka datang ke markas Milan.

Mereka ingin mengadakan pertemuan dan klub menolaknya, tetapi Donnarumma keluar untuk berbicara kepada mereka. Fans ingin Donnarumma tak bermain kala Milan bermain melawan Benevento, namun ia tetap dimainkan Stefano Pioli pada laga yang berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Milan itu.

Baca Juga:

Mencoba Berkhianat, Ultras Milan Berikan Ancaman kepada Donnarumma

Eksodus Pemain Milan Terjadi jika Gagal Lolos Kualifikasi Liga Champions

Profil Orkun Kokcu, Calon Pengganti Calhanoglu di AC Milan

Gianluigi Donnarumma

Bukan Kali Ini Saja Terjadi kepada Donnarumma

Salah satu penyebab sulitnya Milan memperpanjang kontrak Donnarumma karena faktor agen, Mino Raiola. Dia ingin ada peningkatan dari sisi gaji dan Donnarumma juga belum pernah sekali pun bermain di Liga Champions.

Milan masih berpeluang finish di zona Liga Champions tapi jika gagal melakukannya, sulit bagi mereka menjaga Donnarumma dan juga Hakan Calhanoglu.

Ancaman dari ultras itu membuat Donnarumma kecewa. Kabar dari Il Corriere della Serra menuturkan Donnarumma dengan tegas mengatakan belum menentukan apapun soal masa depannya, serta ia menentukan sendiri mengenai hal tersebut.

Kabarnya Donnarumma meninggalkan pertemuan dengan ultras itu dengan tangisan di matanya. Tak ayal hal itu bak deja vu atau nostalgia yang membangkitkan memori lama.

Seperti diketahui pada 2017 Donnarumma juga pernah mengalami situasi yang sama: protes dari fans dan isu kontrak. Pada akhirnya ia teken kontrak baru namun Donnarumma tetap menangis.

Produk akademi Milan yang sudah bermain di tim utama dari 2015 itu tidak menyangka dapat perlakuan demikian dari fans, meski ia memberikan segalanya untuk klub. Kala itu fans juga memprotesnya dan menyebutnya sebagai pemain mata duitan.