BolaSkor.com - Bisa dikatakan kompetisi sepak bola profesional di dunia saat ini tengah vakum menyusul pandemi virus corona. Penggila sepak bola terasa sulit mengatasi rasa haus tontonan laga lapangan hijau.

Memang, beberapa stasiun televisi hingga beberapa kanal resmi di YouTube sudah mulai menayangkan laga-laga pilihan seperti di kanal FIFA. Namun, penggila bola masih berkeinginan menyaksikan laga langsung, meski hanya lewat televisi.

Seperti diberitakan sebelumnya, berbeda dengan kompetisi lain di Eropa yang berhenti sementara, Liga Utama Belarusia terus berjalan. Kini liga yang terbilang jauh dari kata glamor itu menjadi salah satu kompetisi yang diminati penggila bola. Tidak hanya dari dalam negeri, liga Belarusia kini menjadi pilihan tontonan penggemar bola dari luar negeri.

Baca Juga:

Nostalgia - Force Majeure dalam Sejarah Sepak Bola Tanah Air

FIFA Berencana Perpanjang Bursa Transfer Musim Panas hingga Akhir Tahun

Liga Ditunda, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Disarankan Main di Belarusia

Seperti dilansir Reuters, dengan semakin membanjirnya minat untuk menyaksikan, liga Belarusia saat ini juga mulai ditawari oleh stasiun televisi yang ingin mendapatan hak siar.

Ya, keputusan untuk terus melanjutkan kompetisi dan memperbolehkan penonton datang ke stadion di tengah pandemi yang menghantam dunia sudah membantu Federasi Sepak Bola Belarusia (BFF), terutama dalam hak siar. Reuters melaporkan saat ini sudah 10 negara yang mengambil hak siar liga Belarusia, termasuk dari Rusia, Ukraina, Israel, dan India.

"Situasi seperti ini tidak pernah terjadi," ujar Alexander Aleinik, juru bicara federasi.

Salah satu stasiun televisi yang mengambil hak siar liga Belarusia adalah Sport-1 dari Ukraina. "Kami tidak mengira di sana memiliki kompetisi yang bagus. Kami tidak tahu karena sebelumnya tidak pernah menampilkan pertandingan di sana," papar Viktor Samoilenko, produser dari Sport-1.

Meski liga Belarusia masih tetap berlangsung di tengah pandemi, bukan berarti BFF tak memiliki persiapan untuk mencegah virus corona. Dibanding menunda kompetisi, mereka lebih memilih untuk mengatur perilaku suporter di stadion.

Beberapa contoh dari aturan tersebut yaitu melarang suporter yang tengah menderita demam atau gangguan pernapasan serta berusia di atas 65 tahun datang ke stadion. Sementara remaja berusia di bawah 16 tahun yang datang harus ditemani orang tuanya.

Aturan khusus itu juga berlaku di tribun. Para suporter harus menjaga jarak sekitar 1,5 meter antara satu sama lain sehingga banyak kursi yang terpaksa dikosongkan.