BolaSkor.com - Bek Paris Saint-Germain Thiago Silva mengakui cemas akan dampak wabah virus corona (Covid-19) setelah kembali ke negara asalnya, Brasil.

Bek tengah Selecao terbang kembali ke Brasil awal pekan dan saat ini berada di karantina karena pandemi global virus corona.

Thiago Silva memuji tindakan cepat Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam menangani masalah yang timbul dari wabah Covid-19. Pemain berusia 35 tahun itu meminta semua pihak di Brasil untuk bertanggung jawab dan berupaya keras menghentikan penyebaran virus.

Baca Juga:

Penundaan Premier League Resmi Diperpanjang hingga 30 April

Kabur dari Karantina, Luka Jovic Dimarahi Perdana Menteri Serbia

Bos LaLiga Yakin Sepak Bola di Eropa Kembali Bergulir Pertengahan Mei

Pantai di Rio Janeiro (zimbio)

“Saya tiba setelah penerbangan yang agak sepi. Di sini (Rio de Janeiro), saya di karantina. Ini adalah situasi yang tidak mudah tetapi manusia memiliki kapasitas yang luar biasa untuk adaptasi," kata Thiago Silva dikutip dari Goal Internasional.

"Bagaimana saya akan menjaga diri dalam kondisi yang baik? Ini akan menjadi rumit di Paris seperti di sini. Di Paris, pusat-pusat pelatihan telah ditutup, klub juga. Dan di Brasil, mereka membuat keputusan yang sama."

"Anda juga harus memperhatikan makanan. Kami tidak sedang berlibur. Ini momen refleksi. Kami semua takut dengan apa yang terjadi."

"Presiden Macron mengambil pelajaran dari situasi di Italia untuk mengambil langkah-langkah pencegahan. Tetapi, bahkan dengan memperhatikan apa yang terjadi di negara tetangga ini, Prancis belum benar-benar berhasil melindungi dirinya sendiri," papar Thiago Silva.

"Di Brasil, kami mungkin masih punya waktu. Saya berharap krisis tidak akan separah di Eropa. Ini adalah harapan kami."

"Saya berharap orang-orang akan secepatnya menyadari betapa seriusnya situasi ini. Saya harap pantai-pantai di Brasil akan kosong. Ini bukan liburan sekolah. Ini momen refleksi," tegas dia.

Terakhir, Thiago Silva juga meminta publik untuk memilih tinggal mengisolasi diri. "Anda harus tinggal di rumah berharap semuanya akan kembali normal sesegera mungkin."

Sejauh ini di Brasil mencatat kurang dari 10 kematian akibat virus Corona. Baru-baru Brasil sudah menutup perbatasannya.