BolaSkor.com - Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll, menanggapi insiden yang melibatkan Michael Krmencik dengan Diego Michiels.

Kejadian itu terjadi saat Persija berhadapan dengan Borneo FC Samarinda dalam lanjutan pekan ke-12 Liga 1 2022/2023 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Selasa (6/12) malam WIB.

Insiden bermula saat pertandingan memasuk menit ke-79. Kedua pemain yang disebutkan di atas terlihat saling meludah dan diakhiri dengan jotosan Diego Michiels terhadap Michael Krmencik.

Wasit kemudian mengganjar Diego Michiels dengan kartu merah, sedangkan Krmencik diberikan kartu kuning.

Tak sampai di situ, setelah diusir wasit, Diego yang berjalan keluar lapangan tiba-tiba menghampiri Krmencik dan memukulnya lagi sampai pemain asal Republik Ceko itu tersungkur.

Kejadian ini pun mendapat tanggapan dari pelatih Persija, Thomas Doll. Dia mengaku tidak melihat dengan jelas saat Krmencik dan Diego Michiels terlibat friksi dan aksi saling meludah.

Baca Juga:

Persija Kalahkan Borneo FC, Persis Bantai RANS Nusantara

Persija Jakarta 1-0 Borneo FC, Thomas Doll: Kami Layak Menang

"Saya belum lihat terlalu jelas insiden itu. Tidak terlalu jelas, tapi wasit di dekat situ jadi dia kasih kartu merah," kata Thomas Doll.

"Yang saya lihat cuma pemain-pemain yang berdatangan. Saya belum bisa berbicara banyak," ujarnya.

Namun, kata Thomas Doll, kartu merah yang diberikan untuk Diego Michiels memang layak. Dia pun berharap insiden ini tidak terulang lagi ke depannya karena pertandingan-pertandingan Liga 1 ini disiarkan langsung dan para pemain harus memberikan contoh yang baik sebagai atlet.

"Tapi menurut saya itu layak kartu merah. Memang di Indonesia sepak bola baru dimulai lagi dan dalam sepak bola pasti ada emosi."

"Namun, itu tidak bagus. (Situasi) di lapangan juga ditampilkan di televisi dan banyak masyarakat yang menonton Liga 1 ini," pungkas pelatih asal Jerman tersebut.

Sementara itu, Diego Michiels sempat memberikan klarifikasi melalui fitur stories di akun Instagram pribadinya. Namun, kini postingan tersebut sudah dihapus.