BolaSkor.com - Keberhasilan Bayern Munchen menjuarai Piala Super Eropa 2020 punya makna tersendiri bagi seorang Thomas Muller. Pemain berusia 31 tahun itu kini diambang merebut status sebagai pesepak bola tersukses Jerman sepanjang sejarah.

Munchen meraih trofi keempatnya dalam tiga bulan terakhir. Sebelumnya, tim asuhan Hansi Flick lebih dulu merebut treble Winners usai memenangi Bundesliga, DFB Pokal, dan Liga Champions sepanjang musim lalu.

Raksasa Jerman itu merebut gelar Piala Super Eropa 2020 usai mengalahkan Sevilla dengan skor 2-1. Munchen dipaksa melakoni perpanjangan waktu.

Bagi Muller, gelar Piala Super Eropa 2020 merupakan trofi ke-26 sepanjang kariernya. Sebanyak 25 di antaranya dipersembahkan untuk Munchen sedangkan satu lainnya merupakan gelar Piala Dunia 2014 bersama Timnas Jerman.

Baca Juga:

Bayern Munchen 2-1 Sevilla: Lewat Perpanjangan Waktu, Die Roten Raih Trofi Piala Super Eropa Kedua

5 Fakta Menarik Usai Bayern Munchen Juarai Piala Super Eropa: Deja Vu Javi Martinez

6 Fakta Menarik Tentang Jamal Musiala, Pencetak Gol Termuda Bayern Munchen yang Pernah Hadapi Garuda Select

Thomas Muller dan Bastian Schweinsteiger

Jumlah 26 trofi itu membuat Muller kini sejajar dengan sahabat sekaligus mantan rekan setimnya, Bastian Schweinsteiger. Keduanya menjadi pesepak bola Jerman dengan jumlah gelar terbanyak.

Namun Schweinsteiger sudah memutuskan untuk gantung sepatu sejak Oktober 2019. Itu artinya mantan pemain Manchester United tersebut tidak bisa menambah koleksi trofinya.

Sementara Muller sangat mungkin menambah koleksi gelarnya bersama Munchen. Ia bahkan berpeluang melewati torehan Schweinsteiger pada pekan depan andai mampu membawa Munchen mengalahkan Borussia Dortmund di ajang Piala Super Jerman.

Hal tersebut sangat mungkin terjadi. Apalagi Munchen tengah dalam performa terbaik.

Muller sendiri memang cukup pantas menyandang status sebagai pesepak bola tersukses Jerman. Performanya selama 12 tahun terakhir relatif stabil.

Pemain yang melakoni debut bersama tim senior Munchen pada 2008 silam tak canggung meski posisinya kerap diubah oleh pelatih. Pada penghujung kariernya, Muller kini lebih banyak berperan sebagai pembuat assist.

Tak salah rasanya jika gelar legenda sudah menanti Muller saat memutuskan untuk gantung sepatu suatu hari nanti. Namun hal itu nampaknya tidak akan terjadi dalam waktu dekat.