BolaSkor.com - Chelsea dikabarkan akan menunjuk Thomas Tuchel sebagai manajer baru menggantikan Frank Lampard. Namun kedatangan pria berkebangsaan Jerman itu justru dianggap bisa menghadirkan masalah baru di tubuh The Blues.

Chelsea memecat Lampard setelah Kai Havertz dan kawan-kawan tampil buruk dalam sebulan terakhir. Hal itu membuat mereka tercecer dari persaingan memprebutkan trofi Premier League.

Padahal, Premier League merupakan salah satu target utama Chelsea musim 2020-2021. Keseriusan mereka ditunjukkan dengan belanja besar-besaran pada bursa transfer musim panas.

Baca Juga:

10 Fakta Seputar Pemecatan Frank Lampard oleh Chelsea

Tinggal Tunggu Waktu, Thomas Tuchel Akan Jadi Manajer Baru Chelsea

Frank Lampard Punya Kesempatan Mundur Awal Musim

Thomas Tuchel

Chelsea mendatangkan sejumlah bintang anyar seperti Kai Havertz, Timo Werner, Ben Chilwell dan Hakim Ziyech dengan dana lebih dari 200 juta poundsterling. Namun performa mereka masih mengecewakan.

Kondisi itu membuat kemampuan Lampard dalam meracik pemain bintang diragukan. Petinggi Chelsea akhirnya memilih memecatnya.

Pemilihan Tuchel sebagai pengganti bertujuan untuk mengakomodir masalah tersebut. Pria berusia 47 tahun itu memang berpengalaman menangani para pemain bintang saat menangani Paris Saint-Germain (PSG).

Selain itu Tuchel juga punya pengalaman membawa timnya juara. Ia sukses mempersembahkan trofi untuk Borussia Dortmund dan PSG.

Namun petinggi Chelsea nampaknya tidak memperhitungkan karakter Tuchel yang keras dan sulit diatur. Hal ini bisa menimbulkan konflik baru dengan manajemen.

Tuchel memang punya rekam jejak berkonflik dengan manajemen klub. Hal itu ia alami saat menangani Mainz, Dortmund, dan PSG.

Manajemen Mainz sempat tidak menyetujui pengunduran diri Tuchel pada musim panas 2014. Namun sang pelatih bersikeras tak mau melanjutkan pekerjaannya meski masih menyisakan sisa satu tahun kontrak.

Setahun berselang, Dortmund menunjuk Tuchel sebagai pengganti Jurgen Klopp. Ia mampu membawa Die Borussen menjadi runner up Bundesliga pada musim perdananya dan mempersembahkan gelar DFB Pokal semusim kemudian.

Namun perjalanan Tuchel bersama Dortmund tak semulus seperti yang dibayangkan. Ia sempat terlibat dengan petinggi klub termasuk sang CEO, Hans-joachim Watzke.

Masalah ini juga yang akhirnya mengakhiri kebersamaan Tuchel dan Dortmund. Ia dipecat hanya tiga hari setelah mempersembahkan trofi DFB Pokal.

Tuchel kemudian mengulang kisah yang sama bersama PSG. Ia memiliki hubungan yang buruk dengan dua direktur olahraga, Antero Henrique dan Leonardo.

Bisa dibayangkan masalah serupa kembali terjadi di Chelsea. Apalagi Roman Abramovich selaku pemilik klub dikenal sering ikut campur urusan teknis.

Menarik melihat berapa lama Tuchel mampu bertahan di Chelsea. Bersama Dortmund, dan PSG, ia tidak mampu melewati musim ketiga.