Bolaskor.com - Legenda Real Madrid, Fernando Hierro, memprediksi pertandingan El Clasico di pekan 26 LaLiga antara El Real melawan Barcelona di Santiago Bernabeu, Senin (02/03) pukul 03.00 dini hari WIB. Hierro menilai tidak ada tim yang menjadi unggulan di Clasico.

El Clasico nanti akan bertambah seru karena kedua tim bersaing dalam perebutan titel LaLiga 2019-20. Barcelona di urutan satu dengan 55 poin, diikuti Real Madrid dengan raihan 53 poin.

Kendati demikian dari segi performa, Barcelona lebih baik karena meraih empat kemenangan beruntun di LaLiga sebelumnya, sementara Madrid tanpa kemenangan di tiga laga terakhir di seluruh kompetisi.

Meski begitu menurut Hierro tidak ada tim unggulan di El Clasico. Madrid asuhan Zinedine Zidane, meski tak ada di momentum bagus, juga berpeluang meraih kemenangan.

Baca Juga:

5 Titik Lemah Barcelona yang Bisa Dieksploitasi Real Madrid untuk Memenangi El Clasico

Mateu Lahoz, Wasit El Clasico yang 'Tak Ramah' kepada Barcelona

5 Kejadian Kontroversial Sepanjang Sejarah El Clasico

Fernando Hierro di El Clasico

"Yang paling penting, mengingat persaingan, adalah kegembiraan yang dirasakan semua orang: klub, para penggemar. Dan betapa hal itu benar-benar memberi Anda dorongan. Tetapi apa pun bisa terjadi di El Clasico, seperti yang telah kita lihat sebelumnya," tutur Hierro di AS.

"Kami kalah ketika kami juara LaLiga, kami kalah di kandang ketika kami benar-benar meraih tiel LaLiga, kami menang di Barcelona ketika tidak ada yang mengharapkan kami melakukannya. Tidak ada jaminan di El Clasico."

"Klasemen tidak penting; penampilan Anda tidak masalah. Tidak masalah jika Anda berada di puncak klasemen, atau jika Anda juara LaLiga. Itu adalah pertandingan spesial. Apa pun bisa terjadi dan itu fantastis," tegas dia.

Ditambahkan oleh Javier Tebas, Presiden LaLiga, pertandingan El Clasico akan tetap berlangsung meski isu virus corona masih menjadi pembicaraan di Eropa.

"Kami belum mempertimbangkan untuk menunda El Clasico atau pertandingan lain di seluruh divisi. Ketika seseorang terkena penyakit ini, Anda harus mengisolasi dia dengan karantina, tetapi di sini kami belum mencapai situasi itu," tambah Tebas.