BolaSkor.com - Bagi para suporter Manchester United, musim 2017-2018 tak mampu memacu adrenalin menjadi lebih deras. Sebab, The Red Devils tak berdaya mengejar Manchester City di Premier League dan tersingkir di tangan Sevilla pada Liga Champions.

Satu-satunya trofi yang mungkin direngkuh adalah Piala FA, ajang yang dianggap sebagai kompetisi kasta kedua di negeri Ratu Elizabeth tersebut.

Lantas apa yang salah dari Man United? The Red Devils dinakhodai Jose Mourinho, satu di antara manajer yang dikenal piawai membawa timnya memenangi gelar. Skuat Man United pun tak kalah mengilap jika dibandingkan dengan The Citizens. Namun, Manchester United seolah-olah menemui jalan buntu untuk kembali berjaya di Premier League.

Sebagai satu di antara tim terbesar di dunia, tidak salah jika Alexis Sanchez dan kawan-kawan dituntut untuk memenangi Premier League. Hal tersebut dapat menghapus dahaga gelar setelah pensiunnya Sir Alex Ferguson.

Jika ingin kembali mendominasi Premier League, Manchester United wajib melakukan beberapa hal. Berikut tiga di antaranya:

Jaga Konsistensi

Manchester United tak tampil maksimal ketika bersua tim kecil. (Sportskeeda)

Penampilan Manchester United pada musim ini sangat sulit diprediksi. The Red Devils mampu mengalahkan Manchester City, Tottenham Hotspur, Liverpool, Chelsea hingga Arsenal. Namun, Romelu Lukaku dan kawan-kawan tak berkutik ketika meladeni tim semenjana seperti Huddersfield, Brighton, West Bromwich Albion serta Newcastle.

Selain itu, Manchester United juga gagal memenangi pertandingan ketika bersua Burnley, Leicester City, Stoke City dan Southampton. Padahal, di atas kertas Manchester United seharusnya dapat keluar sebagai pemenang.

Jika dijumlahkan, Manchester United telah kehilangan 20 poin akibat meraih hasil minor ketika bertemu tim yang lebih kecil. Ironisnya, saat ini Man United berjarak 19 poin dari juara Premier League 2017-2018, Manchester City. Andai Man United bisa meraih hasil maksimal ketika bertemu tim kecil, bukan tidak mungkin persaingan gelar
juara akan lebih menarik.

Jika menilik materi pemain, kegagalan Man United menekuk tim yang lebih kecil bukanlah berasal dari kemampuan para pemain, melainkan mental. Jose Mourinho pun mengakui skuat asuhannya bermain lebih baik ketika bertemu tim besar dengan gengsi pertandingan yang tinggi.

Sebaliknya, ketika menghadapi tim yang lebih kecil, para pemain Man United cenderung berpuas diri dan sering keliru, mereka dapat memenangi pertandingan dengan mudah.

Hal yang sama juga terjadi pada ajang Liga Champions. Manchester United tak mampu mengatasi perlawanan Sevilla yang notabene tidak memiliki pemain bintang.

Sebagai catatan kaki, Manchester United untuk pertama kalinya sepanjang sejarah Premier League kalah melawan tiga klub promosi yakni Newcastle United, Huddersfield, dan Brighton.

Untuk itu, Manchester United harus lebih konsisten jika ingin memenangi Premier League musim depan, seperti apa yang ditampilkan The Citizens pada musim ini.