BolaSkor.com - Pada akhir pekan ini atau tepatnya 9 Januari 2022 akan dihelat laga pembuka Piala Afrika 2021. Tuan rumah, Kamerun akan menjamu Burkina Faso pada Minggu (09/01) pukul 23.00 WIB di Stade Omnisport Paul Biya, Olembe.

Piala Afrika akhirnya berlangsung setelah dua kali mengalami penundaan dan sang juara bertahan, timnas Aljazair akan jadi tim yang akan coba dikalahkan rival lainnya.

24 tim terlibat pada Piala Afrika 2021 dan itu jadi perluasan setelah sebelumnya 16 tim berpatisipasi. Diharapkan itu bisa memberikan pendapatan lebih kepada tuan rumah dan tim-tim terlibat serta menambah animo Piala Afrika.

Baca Juga:

Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Piala Afrika 2021

Piala Afrika 2021: Pemberitaan Media Dinilai Berat Sebelah dan Berbau Rasisme

Presiden CAF Angkat Bicara soal Isu Penundaan Piala Afrika 2021

Menjelang turnamen itu BolaSkor.com telah menyiapkan analisis mengenai tim-tim favorit juara serta kuda hitam di Piala Afrika 2021. Siapa saja?

Tim-tim Kuda Hitam

1. Mesir

Timnas Mesir memiliki bintang Liverpool, Mohamed Salah sebagai unggulan sekaligus kapten tim dan tim ini seharusnya jadi salah satu kandidat juara. Akan tapi Mesir besutan Carlos Queiroz tak memiliki kualitas merata di tiap lininya.

Selain Salah pemain yang punya profil bagus lainnya adalah Ahmed Hegazi (Al Ittihad), Mohamed Elneny (Arsenal), Trezeguet (Aston Villa), dan Mostafa Mohamed (Galatasaray). Dengan hanya mengandalkan Mo Salah, Mesir bisa menjadi tim kuda hitam turnamen.

2. Kamerun

Jarang tuan rumah yang dapat melaju ke final dan menjadi juara meski mendapatkan dukungan tuan rumah, kecuali jika memang negara itu punya kualitas di tiap lininya. Pun demikian Kamerun arahan Toni Conceicao.

Kamerun memang punya skuad dengan pemain-pemain yang berkarier di Eropa semisal Eric Maxim Choupo-Moting (Bayern Munchen), Karl Toko Ekambi (Lyon), Andre-Frank Zambo Anguissa (Napoli), dan Andre Onana (Ajax Amsterdam).

Meski begitu tidak ada pemain yang dapat jadi pembeda hasil pertandingan. Praktis hanya Choupo-Moting yang jadi andalan di lini depan dengan pengalamannya bermain di Eropa, punya 61 caps serta 17 gol pada usia 32 tahun.

3. Nigeria

Tim arahan Jose Peseiro punya keseimbangan bagus dalam skuadnya, tapi tidak ada pemain yang menonjol kendati punya Alex Iwobi (Everton), Wilfred Ndidi (Leicester), Kelechi Iheanacho (Leicester), Samuel Chukwueze (Villarreal), Odion Ighalo (Al-Shahab), dan Ahmed Musa (Fatih Karamguruk).

Musa yang sudah punya 103 caps dan 16 gol merupakan kapten Nigeria. Mereka tak punya kualitas individu menonjol, tapi jika bisa tampil kolektif sejak fase awal bukan tak mungkin Nigeria jadi kuda hitam turnamen.

4. Maroko

Tanpa Hakim Ziyech yang dicoret Vahid Halilhodzic karena masalah indisipliner, Maroko tetap kuat dengan pemain-pemain seperti Romain Saiss, Achraf Hakimi, Sofyan Amrabat, Faycal Fajr, dan penyerang yang namanya dipantau klub-klub Eropa Youssef En-Neysri.

Kedalaman skuad Maroko juga bagus dan itu menjadikan mereka tim kuda hitam turnamen dengan potensi jadi juara.

Tim-tim Kandidat Juara

5. Ghana

Ghana selalu jadi tim besar di Afrika dan punya skuad yang merata di tiap lininya. Ghana arahan Milovan Rajevac punya Jonathan Mensah, Baba Rahman, Daniel Amarte di pertahanan. Sedangkan di tengah mereka memiliki Thomas Partey dan di lini depan ditempati Ayew bersaudara: Jordan dan Andre Ayew.

Seberapa jauh mereka melangkah? Ghana bisa melewati fase grup dan bersaing kompetitif di fase gugur.

6. Pantai Gading

Pantai Gading sedari dulu selalu jadi favorit juara dan itu berlanjut sampai saat ini. Meski tak lagi memiliki dua Toure (Yaya dan Kolo) bersaudara serta Didier Drogba, Pantai Gading arahan Patrice Beaumelle punya kualitas merata di tiap lini - minus kiper.

Di belakang Pantai Gading punya Serge Aurier (Villarreal), Eric Bailly (Manchester United), Maxwel Cornet (Burnley), dan Willy Boly (Wolves). Di tengah ada Franck Kessie (Milan), Jean Michael Seri (Fulham), dan Hamed Traore (Sassuolo).

Di lini depan lebih lengkap lagi dengan Max Gradel (Sivasspor), Nicolas Pepe (Arsenal), Wilfried Zaha (Crystal Palace), Jeremie Boga (Sassuolo), dan penyerang yang sedang on fire, Sebastien Haller (Ajax Amsterdam). Itu semua modal yang menjadikan Pantai Gading calon kandidat juara.

7. Aljazair

Sudah pasti jadi kandidat juara sebagai juara bertahan, apalagi tim arahan Djamel Belmadi tak mengalami perubahan signifikan. Tim masih mengandalkan pemain-pemain senior seperti Rais M'Bolhi, Aissa Mandi, Sofiane Feghouli, Islam Slimani, Riyad Mahrez, dan Yacine Brahimi.

Mereka dikombinasikan dengan pemain-pemain berbakat seperti Adam Ounas, Ismael Bennacer, dan Rami Bensebaini. Pengalaman mereka di Eropa dapat membantu Aljazair untuk mengejar target mempertahankan trofi Piala Afrika.

8. Senegal

Ketimbang Mesir, skuad Senegal besutan Aliou Cisse lebih baik dari segi kedalaman skuad dan kekuatan tiap lininya, menjadikan mereka salah satu favorit juara.

Bagaimana tidak, di lini depan Senegal dipimpin oleh Sadio Mane (Liverpool) bersama Ismaila Sarr (Watford). Lalu di lini tengah ada Idrissa Gueye (PSG) dan Cheikhou Kouyate (Crystal Palace) serta Nampalys Mendy (Leicester City).

Di lini belakang pertahanan mereka dapat mengandalkan Kalidou Koulibaly (Napoli), Abdou Diallo (PSG), dan Fode Ballo-Toure (Milan) yang akan mengawal pertahanan di depan kiper andalan Edouard Mendy (Chelsea). Keseimbangan itu menjadikan Senegal favorit juara.