BolaSkor.com - Mantan pebasket Timnas Indonesia, Cokorda Raka Satrya Wibawa, memuji peran penting Derrick Michael Xzavierro dalam keberhasilan mengamankan emas cabor basket di SEA Games 2021.

Cokorda Raka merasakan sendiri bagaimana sulitnya meraih medali emas dari tangan Filipina. Sepanjang karir sebagai pebasket Timnas Indonesia, Cokorda Raka dkk. hanya sempat mempersembahkan medali perak.

Medali perak yang diraih pada SEA Games 2001 juga termasuk capain besar, mengingat dominasi yang ditunjukkan Filipina, bersama Thailand. Namun, 21 tahun kemudian, tepatnya SEA Games 2021, medali emas akhirnya didapat Indonesia.

Cokorda Raka termasuk yang mengikuti pergerakan Indonesia di SEA Games 2021. Prestasi ini menjadi peningkatan basket Indonesia, meski proses naturalisasi harus diakui memberi efek positif.

"Artinya perbasketan kita semakin maju, diluar faktor Marques Bolden ya," kata Cokorda Raka.

Cokorda Raka melihat bahwa raihan medali emas ini tak lepas dari besarnya kontribusi Derrick Michael. Bolden memang berperan bagus ketika menang atas Filipina pada laga penentu.

Namun, pemain Salt Lake City Stars itu baru main penuh lawan Filipina. Sementara Derrick Michael sudah tampil ganas sejak pertandingan pertama.

Baca Juga:

SEA Games 2021: Bangganya Marques Bolden Bisa Bawa Pulang Medali Emas

SEA Games 2021: Kegugupan CdM Indonesia Berujung Rasa Lega

Lulusan SKO Ragunan ini mencatatkan 14 poin dan 7 rebound saat Indonesia mengatasi Filipina. Sementara saat melibas Vietnam 94-76, Derrick mencatatkan 22 poin dan 15 rebound.

Begitu pula ketika mengalahkan Thailand 78-75. Derrick mencatatkan 16 poin dan 13 rebound. Cokorda Raka melihat adanya faktor dari latihan di luar negeri dalam membantu peningkatan performa Derrick Michael.

"Derrick Michael big factor sih pada SEA Games ini. Memang terlihat sangat berbeda dengan dia berlatih di Australia dan Amerika. Itu yang perlu kita contoh dan pelajari agar bisa diterapkan di Indonesia kedepannya," tutur Cokorda Raka.

Cokorda Raka turut melihat medali emas ini sebagai bagian dari efek positif naturalisasi pemain. Pada SEA Games 2021, Indonesia menampilkan tiga pilar naturalisasi, seperti Bolden, Brandon Jawato dan Dame Diagne.

Namun, Cokorda Raka ingin melihat pembuktian yang lebih besar. Apalagi pada SEA Games 2021 ini, Filipina tak menurunkan para pemain terbaiknya, termasuk pilar naturalisasi.

"Bisa dibilang berhasil ya berhasil (program naturalisasi), tapi perlu diingat juga bahwa Filipina tidak turun dengan kekuatan penuh. Mereka bermain tanpa pemain naturalisasi dan yang turun di SEA Games ini bisa dibilang tim B-nya ya," jelas Cokorda Raka.

"Ini bukan bermaksud merendahkan Timnas, tapi mungkin mereka (Filipina) juga underestimate dengan Timnas kita. Apapun itu yang penting Timnas basket Indonesia sudah menyumbang emas. Congrats buat Timnas dan bola basket Indonesia," lanjutnya.

Indonesia kini menjadi satu dari tiga negara peraih medali emas cabor basket putra SEA Games. Selain Indonesia dan Filipina, Malaysia sudah dua kali meraih emas. Sementara Thailand hanya kebagian delapan perak. (Laporan kontributor Putra Wijaya/Bali)