BolaSkor.com - Selagi tim sekaliber Jerman, Argentina, Spanyol, Brasil, dan Inggris, fokus berlatih demi dapat tampil bagus di Piala Dunia 2018, Italia dan Belanda, dua negara besar sepak bola, hanya akan menyaksikannya melalui layar televisi.

Piala Dunia memang terasa sedikit hambar tanpa partisipasi kedua negara itu, tapi, baik Italia atau Belanda memang tidak layak bermain di Piala Dunia 2018 jika melihat perjalanan mereka selama kualifikasi. Khususnya Belanda, yang bahkan gagal menempati dua peringkat teratas di kualifikasi grup.

Belanda hanya berada di urutan tiga di bawah Prancis dan Swedia. Ini kali pertamanya Belanda gagal lolos Piala Dunia sejak tahun 2002. Pada tahun 2010 silam, Belanda menjadi finalis sebelum kalah 0-1 oleh Spanyol. Empat tahun setelahnya, mereka menjadi juara ketiga di bawah asuhan Louis van Gaal.

Sejak saat itu, Belanda terus menurun. Gagal lolos Euro 2016, Belanda juga gagal menembus kualifikasi Piala Dunia 2018. Pekerjan rumah tentunya untuk KNVB (Federasi Sepak Bola Belanda). Meski begitu, sebagian warga Belanda tetap memiliki satu negara khusus yang mereka dukung.

Tanpa Belanda, tim yang mereka dukung adalah timnas Maroko. Mengapa demikian? Maroko tim dari Afrika, sementara Belanda dari Eropa. Keduanya dipisahkan jauh dari segi geografis.

Kendati demikian, ada satu benang merah yang menyambungkan Maroko-Belanda, yakni pemain berdarah Maroko yang lahir di Belanda. Dalam tim asuhan Herve Renard saat ini, ada lima pemain yang lahir di Belanda. Mereka adalah: Moubarak Boussoufa, Karim El Ahmadi, Hakim Ziyech, Nordin dan Sofyan Amrabat.

Tiga di antaranya bahkan bermain di Belanda saat ini. Sofyan dan El Ahmadi bersama di Feyenoord, sedangkan Ziyech memperkuat Ajax Amsterdam.