BolaSkor.com - Devastated. Hancur. Itulah pemberitaan media-media di Inggris termasuk BBC Sport ketika menggambarkan Arsenal usai tersingkir di semifinal Liga Europa 2020-2021. The Gunners disingkirkan oleh Villarreal.

Arsenal sedianya menjadi tim favorit lolos ke final kala hasil undian mempertemukan mereka dengan Villarrreal, klub yang dilatih mantan pelatih Arsenal Unai Emery. Akan tapi Arsenal tak cukup menunjukkan determinasi bermain mereka di dua leg.

Kalah 1-2 di markas Villarreal pada leg pertama, Arsenal seyogyanya hanya butuh kemenangan 1-0 di Emirates Stadium pada leg dua semifinal. Alih-alih melakukannya 'amunisi' Meriam London tak mampu menjebol pertahanan Villarreal.

Arsenal hanya melepaskan dua tendangan tepat sasaran dari 14 percobaan tendangan pada penguasaan bola 56 persen. Arsenal tersingkir di Liga Europa dan semakin memperparah musim mereka. Ya mereka hancur, seperti yang dikatakan Mikel Arteta.

Baca Juga:

Pembelaan Arteta Usai Gagal Bawa Arsenal ke Final Liga Europa

Deretan Fakta Menarik dari Leg Kedua Semifinal Liga Europa 2020-2021

Unai Emery Tak Puas meski Sukses Balas Dendam kepada Arsenal

Mikel Arteta

"Kami mencoba segalanya sampai menit terakhir," kata Arteta kepada BT Sport. "Kami harus memberi selamat kepada Villarreal."

"Saya pikir kami pantas untuk memenangkan pertandingan, tetapi detailnya menentukan hubungan ini. Kami memiliki tiga peluang besar, mereka tidak memiliki apa-apa tetapi mereka lolos. Kami sangat terpukul dan hancur. Benar-benar kecewa."

Tak Cukup Bagus

Arsenal hidup di bayang-bayang kesuksesan masa lalu kala masih dilatih Arsene Wenger dan diperkuat pemain-pemain legendaris. Salah satu pemain itu adalah Lee Dixon dan ia melihat Arsenal tak cukup bagus atau terlalu mudah menyerah kontra Villarreal.

"Dalam dua pertandingan, Arsenal belum melakukan cukup banyak (hal untuk ke final)," tambah Lee Dixon. "Arsenal terlalu mudah menyerah pada dua pertandingan ini. Itu belum cukup."

"Anda berharap sebagai penggemar Arsenal segalanya akan berubah tetapi di belakang pikiran Anda tidak mempercayai tim ini. Mereka telah mengalahkan diri mereka sendiri, mereka telah keluar dengan keluhan."

"Saya harap mereka di ruang ganti itu terluka, tapi saya tidak yakin apakah mereka terluka (terpukul dengan kekalahan itu)."

Tak ayal Arsenal mencapai titik nadir dari kekalahan tersebut, sebab itu merangkum musim Arsenal, sebab di atas kertas Arsenal unggulan lolos ke final melawan Villarreal seperti halnya Manchester United yang sukses mencapai final.

Arsenal saat ini ada di urutan sembilan klasemen Premier League dengan catatan 49 poin dari 34 laga. Liga Europa jadi harapan terakhir mereka bermain di Eropa musim depan, tak ayal Arsenal berpotensi memainkan musim depan tanpa kompetisi di Eropa.

"Saya telah menjadi penggemar Arsenal yang toleran selama 15 tahun. Tapi sekarang saya kehilangan kesabaran. Kami tidak memiliki ambisi, gaya, identitas, harga diri."

"Masa lalu kami yang masih memungkinkan kami untuk merasa seperti klub besar tetapi dalam semua keadilan kami telah menjadi klub papan tengah sekarang selama 10 tahun."

Itu ungkapan fans Arsenal yang berasal dari Amerika Serikat. Arsenal butuh investasi besar dari manajemen dan juga kesabaran menemukan kembali kejayaan masa lalu.