BolaSkor.com - Striker Inter Milan Lautaro Martinez mengakui menolak kans gabung Barcelona merupakan keputusan yang tepat. Pasalnya buah dari keputusannya itu berakhir dengan raihan Scudetto dengan Il Nerazzurri.

Martinez (23 tahun) beberapa waktu lalu menuturkan fakta mengejutkan bahwa ia nyaris bergabung dengan Barcelona, bertemu dengan kompatriotnya Lionel Messi. Tapi ia memutuskan bertahan.

Keputusan itu tepat karena pada akhirnya Inter besutan Antonio Conte memenangi titel Serie A pertama sejak 2010. Martinez senang dengan keputusan tersebut.

Baca Juga:

Juventus Vs inter Milan: Rekor Buruk Hantui Lukaku

Tak Hanya Inter, Milan dan Juventus Juga Memohon Kelonggaran Pembayaran Gaji

Akhir Perseteruan Conte Vs Lautaro: Adu Tinju dan Jadi Koki

Lautaro Martinez

"Saya sangat bahagia di Inter dan keluarga saya juga bahagia di sini, jadi saya tidak memikirkan hal lain selain tinggal di sini," kata Lautaro Martinez kepada Sky Sport Italia.

"Agen saya akan menyelesaikan berbagai detail kontrak saya. Saya dekat dengan Barcelona, itu benar. Saya berbicara dengan Messi tentang itu, tetapi pada akhirnya saya memutuskan untuk tetap bersama Inter dan itu adalah keputusan yang tepat."

Martinez juga melihat betapa pentingnya Scudetto untuk Inter Milan dan itu tercermin dari selebrasi fans yang membanjiri Kota Milan.

"Suporter sangat peduli dan kami bisa merasakannya, melihat semua orang itu sebelum pertandingan Sampdoria, ditambah tentu saja kegembiraan saat peluit akhir Sassuolo-Atalanta," terang Martinez.

"Kami melakukannya untuk mereka dan kami memiliki begitu banyak poin di atas yang lain, yang menunjukkan kami melakukan pekerjaan yang sangat baik."

"Kami berbicara setelah tersingkir dari Liga Champions dan tahu kami harus mendapatkan Scudetto, karena hanya itu yang kami miliki."

"Kami bekerja sangat keras setiap hari, mempelajari pertandingan, dan kami sangat senang telah melakukannya. Saya pikir gol paling penting dalam perburuan gelar adalah Christian Eriksen melawan Crotone, karena dia benar-benar memecahkan kebuntuan itu," pungkas dia.