BolaSkor.com - Arsenal mengambil keputusan memotong gaji pemain di tengah pandemi virus corona. Pemotongan itu sebesar 12,5 persen dari gaji tahunan dengan insentif apabila musim depan bermain di Liga Champions.

Pemotongan gaji itu menyusul kondisi terkini karena virus corona. Tidak ada sepak bola maka tak ada pemasukan dari penjualan tiket stadion, merchandise, dan hak siar televisi. Arsenal jadi salah satu klub yang menerapkannya.

Akan tapi kabarnya keputusan dari manajemen Arsenal ditentang oleh tiga pemain Arsenal, salah satunya gelandang serang berusia 31 tahun Mesut Ozil. Ozil menerima gaji besar dengan nominal 350.000 poundsterling per pekannya.

Kabarnya Ozil menolak pemotongan itu. Dia menghargai keputusan klub dan pemain lain, namun dia juga berharap mereka juga menghargai keputusannya.

Baca Juga:

Mesut Ozil Tolak Keputusan Arsenal Pangkas Gaji Pemain

Pahit Manis Hubungan Mesut Ozil dan Jose Mourinho di Real Madrid

Mantan Kiper Klub Prihatin Lihat Kondisi Arsenal Saat Ini

Mesut Ozil

Tak ayal kritikan datang dari berbagai pihak mengenai penolakan Ozil. Mulai dari penyiar ternama Inggris, Piers Morgan, hingga dua pandit sepak bola, Jamie Carragher dan Gary Neville.

"Dia (Ozil) menjelaskan bahwa dia menghormati keputusan yang dibuat oleh pemain lain, tetapi dia mendesak mereka untuk menghormatinya," cetus Piers Morgan.

"Dia menjelaskan bahwa dia mungkin bersedia melakukannya di masa depan, tetapi ingin melihat dampak finansial penuh dari virus corona dan tidak ingin tergesa-gesa mengambil keputusan. Anda memalukan Mesut Ozil. Tidak tahu malu."

"Jadi izinkan saya meluruskan hal ini, beberapa pemain yang lebih muda dengan uang jauh lebih sedikit daripada Anda, menerima potongan gaji 12,5 persen, penurunan kecil di lautan untuk Anda, dan Anda tidak ingin melakukannya?"

Tidak jauh berbeda juga ditunjukkan oleh Neville dan Carragher. Menurut Carragher pemain senior berpengalaman dan memiliki gaji besar seperti Ozil harusnya bisa menjadi contoh bagi pemain muda.

"Saya tidak akan membahas untuk upah yang dia peroleh, menyalahkan orang-orang yang membayarnya, tetapi anggota skuad yang dibayar paling tinggi harus menjadi orang yang memberi contoh," tambah Carragher.

Sementara Neville menyoroti kurangnya kebersamaan dalam skuat Arsenal dengan menjadikan Ozil sebagai contoh.

"Prinsip tidak bersama sebagai suatu kelompok tidak dapat dipertahankan. Anda adalah tim di dalam dan di luar lapangan," imbuh Neville.

"Saya tidak ingin menjadi salah satu dari tiga yang belum setuju. Itu akan mengasingkan dan mengisolasi mereka dari yang lain. Ketika sekelompok pemain memilih sesuatu, Anda ikut saja."

"Itu hanya menunjukkan kompleksitas dari apa yang terjadi di klub-klub Premier League saat ini. Sepak bola memakan dirinya sendiri dari dalam ke luar."

"Kebanyakan klub, pemain, tidak berperang tetapi mereka dalam pertempuran besar. Para pemain tidak mempercayai klub dan ini hanyalah contoh lain dari itu," urai Neville.