BolaSkor.com - 18 Mei 1994, Stadion Olympic di Athena, Yunani, menjadi saksi mati ketangguhan AC Milan atas lawannya, Barcelona, di final Liga Champions. Rossoneri terlalu perkasa bagi Barcelona dengan bukti kemenangan telak 4-0 melalui gol yang dicetak Dejan Savicevic, Marcel Desailly, dan dua gol Daniele Massaro.

Milan meraih trofi Liga Champions kelima mereka - yang diikuti dua trofi lainnya di tahun 2003 dan 2007. Saat itu, taktik brilian Fabio Capello mengalahkan kejeniusan total football Johan Cruyff. Momen itu, merupakan salah satu momen yang paling berkesar dari Capello dalam karier kepelatihannya.

Capello, 71 tahun, sudah melatih selama 36 tahun dan dipandang sebagai salah satu terbaik Eropa di masanya. Ia sudah pernah melatih Milan, Real Madrid, Roma, Juventus, Timnas Inggris, Timnas Rusia, dan terakhir melatih jauh di Asia, kala membesut Jiangsu Suning.

Pria kelahiran San Canzian d'Isonzo, 18 Juni 1946, juga pernah sukses meraih lima titel Serie A - meraih dua Scudetto bersama Juventus, tapi dicabut karena skandal Calciopoli, satu Liga Champions, dan dua La Liga. Singkatnya: perjalanan karier Capello sudah sangat panjang di Eropa.

Bersama Jiangsu, Capello tidak cukup meyakinkan petinggi klub hingga akhirnya ia dipecat akhir Maret lalu. Memiliki banyak waktu luang setelah dipecat, Capello tampaknya sudah bulat dengan keputusannya untuk pensiun melatih. Ia sudah mantap menekuni profesi baru sebagai komentator televisi, sampai menolak tawaran melatih Timnas Italia.

"Melatih Italia? Saya sudah katakan tidak. Saya sudah memiliki pengalaman bersama Timnas Inggris dan Rusia. Saya ingin mencoba melatih klub sekali lagi dan Jiangsu merupakan pengalaman sepak bola terakhir saya," ujar Capello, sebagaimana dinukil dari Goal, Senin (9/4).

"Saya telah melakukan segalanya yang saya inginkan, saya sangat bahagia dengan apa yang telah saya lakukan, dan sekarang, saya senang menjadi komentator televisi. Anda selalu menang dalam peran ini!" urai Capello.

Baiklah Capello, selamat menikmati karier baru Anda!