BolaSkor.com - Pebulu tangkis Indonesia, Tommy Sugiarto, mengungkapkan pendapatnya soal turnamen dengan sistem bubble. Tommy merasa, sistem tersebut cukup memberatkan atlet non-pelatnas.

BWF menggelar tiga turnamen langsung di Thailand sepanjang Januari, dua seri Thailand Open serta BWF World Tour Finals. Sistem tersebut diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Meski demikian, ternyata pemain non pelatnas seperti Tommy kesulitan mengikuti turnamen tersebut. Dirinya merasa biaya untuk mengikuti turnamen dengan sistem bubble cukup berat.

Baca Juga:

Evaluasi Rionny Mainaky Setelah Hanya Gondol Satu Gelar di Thailand Open

Jelang Thailand Open II: Hafiz / Gloria Pantang Ulangi Kesalahan

Tommy sendiri menilai sistem bubble cukup baik untuk kondisi saat ini. Oleh sebab itu, dirinya berharap BWF bisa memberikan bantuan untuk pemain independen sepertinya untuk meringankan biaya.

"Saya belum pernah ikut sistem bubble karena tak ikut ke Thailand. Prosesnya belum, tahu, tapi regulasinya ketat. Kalau independen seperti saya, memberatkan di biaya ya," kata Tommy saat dihubungi BolaSkor.com.

"BWF membuat planning agar bulu tangkis tetap ada. Kalau saya sendiri belum tahu akan bagaimana (ikut turnamen bubble atau tidak). Pemain indenden seperti saya sekarang tidak leluasa."

"Kalau mau berangkat terus tahu-tahu positif, kan sayang. Kecuali BWF menanggung akomodasi, lebih ada garansi untuk pemain. Saya rasa pemain independen di seluruh dunia (punya kekhawatiran) sama," imbuhnya.

Tommy sendiri telah keluar dari Pelatnas PBSI sejak 2015 lalu. Namun, pebulu tangkis berusia 32 tahun itu masih memiliki ranking BWF cukup tinggi, 26.