BolaSkor.com - Manchester City harus takluk dengan skor 0-2 saat bertandang ke markas Tottenham Hotspur dalam lanjutan Premier League 2020-2021. Kekalahan ini menjadi bukti banyaknya kelemahan yang dimiliki The Citizens musim ini.

Dalam laga yang berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (22/11) dini hari WIB, Manchester City sebenarnya menguasai penuh jalannya pertandingan. Hal ini sudah menjadi ciri khas mereka sejak ditangani Pep Guardiola.

Namun apa yang ditunjukkan Manchester City hanya dominasi semu. Kevin de Bruyne dan kawan-kawan ternyata memiliki dua kelemahan yang sangat besar.

Baca Juga:

Hasil Laga-laga Eropa: Barcelona dan Man City Kalah, MU Menang Tipis

Petarung Titel Liga, Tottenham Bukan Lagi Pengusik Zona Liga Champions

3 Hal yang Bisa Diraih Guardiola hingga Akhir Kontrak

Manajer Manchester City, Pep Guardiola

Kelemahan pertama Manchester City tentu tumpulnya lini depan. Trio Gabriel Jesus, Ferran Torres, dan Riyad Mahrez terlalu banyak membuang-buang peluang.

Manchester City mencatatkan 22 tembakan pada laga kontra Tottenham. Namun hanya lima yang mengarah ke gawang dan tidak ada yang berbuah gol.

Hal itu diperparah dengan rapuhnya lini pertahanan dalam mengantisipasi serangan balik. Ini menjadi kelemahan kedua yang dimiliki Manchester City.

Tottenham hanya melakukan dua tembakan ke arah gawang. Namun dua-duanya mampu dikonversi menjadi gol.

Kesuksesan Tottenham tak lepas dari kepintaran sang manajer, Jose Mourinho. Pria berkebangsaan Portugal itu dengan jelas menelanjangi kelemahan Manchester City asuhan Guardiola.

Fakta tersebut pun membuat Guardiola frustrasi. Ia seperti juga tak tahu apa yang terjadi dengan tim asuhannya.

“Statistik berbicara sendiri, kami lebih baik di banyak sis tetapi tidak mampu mencetak gol. Kami menemukan beberapa momen tapi kenyataannya kami kesulitan mencetak gol musim ini," kata Guardiola di situs resmi klub.

"Mereka (Tottenham) bertahan begitu dalam dan menunggu kesalahan. Kami kebobolan gol melawan Liverpool yang seharusnya tidak kami lakukan dan terjadi lagi hari ini."

Dua kelemahan Manchester City memang terlihat jelas meski Premier League baru dimulai. Dari delapan pertandingan, rival sekota Manchester United itu hanya mampu mencetak sepuluh gol dan kebobolan sebelas gol.

Jumlah tersebut sangat jauh dengan yang dibukukan Tottenham. Sang pemuncak klasemen telah mencetak 21 gol dan hanya kebobolan sembilan kali dengan jumlah satu pertandingan lebih banyak ketimbang Manchester City.

Hal ini menjadi bukti bahwa para rival di Premier League sudah sangat hafal dengan gaya bermain Manchester City asuhan Guardiola. Hal ini tentu menjadi sinyal bahaya untuk kelangsungan karier manajer berkebangsaan Spanyol tersebut.

Guardiola harus secepat mungkin membawa Manchester City kembali ke performa terbaiknya. Jika tidak, bukan tidak mungkin pemecatan pertama sepanjang kariernya akan terjadi.