BolaSkor.com - Manchester United saat ini ada di urutan dua klasemen Premier League dan terpaut 12 poin dengan riva sekota, Manchester City dalam perburuan titel Premier League. Kendati demikian ada satu masalah United musim ini, apa itu?

Man United berstatus tim tertajam liga dengan torehan 53 gol namun ironisnya memiliki masalah tiap kali bertemu big six alias enam tim top Premier League.

Harry Maguire dkk hanya meraih lima poin dari kemungkinan 21 poin melawan big six. Man United juga hanya sekali mencetak gol dari tujuh laga melawan Tottenham Hotspur, Arsenal, Man City, Liverpool, dan teranyar Chelsea (0-0).

Man United sudah keenam kalinya gagal menjebol gawang lawan big six. Hal tersebut menjadi kekhawatiran legenda Man United Roy Keane. Dia menilai Man United hanya ingin mengamankan posisi runner-up Premier League.

Baca Juga:

Ibrahimovic Terancam Gagal Reuni dengan Manchester United

Kritik Wasit, Shaw dan Solskjaer Lolos dari Sanksi FA

Man United Tak Punya Niatan Jadi Juara Premier League

MU kesulitan menang melawan big six

"Mereka mencoba dan menang, tapi permainan ini saya pikir pola pikir mereka jangan sampai dikalahkan. Saya pikir United melihat tim di belakang mereka daripada mencoba memenangkan pertandingan dan mengejar Man City," ucap Keane kepada Sky Sports.

"Saya pikir mereka berkonsentrasi untuk memperkuat tempat kedua itu. Kadang-kadang Anda bisa mendapatkan 0-0 dan memiliki permainan yang bagus, tetapi beberapa dari permainan ini benar-benar membosankan mengingat ada pemain menyerang yang bagus di tim."

"Saat Anda berada di salah satu tim besar, tanggung jawabnya adalah memenangkan pertandingan sepak bola," imbuh Roy Keane.

Tottenham Mengawali Pendekatan MU Melawan Big Six?

Pada Oktober 2020 Man United menelan kekalahan setengah lusin gol ketika kalah dengan skor 1-6 kontra Tottenham di Old Trafford. Kekalahan tersebut dinilai sebagai awal pemicu pendekatan MU kala melawan big six.

Ole Gunnar Solskjaer seolah tak mau menelan kekalahan pahit yang sama dan lebih berhati-hati. MU bermain bertahan, menutup rapat pertahanan dengan low block (blok rendah), kemudian mengandalkan serangan balik.

Bagi tim seperti MU pendekatan bermain negatif dipertanyakan, namun pandit sepak bola Inggris Danny Murphy melihat hal yang berbeda. Menurutnya itu kunci bagi MU bertahan di posisi mereka saat ini.

"Minggu (melawan Chelsea) bukan pertama kalinya musim ini Manchester United berhati-hati dalam pertandingan besar Premier League - mereka telah melakukannya berkali-kali sebelumnya, baik melawan rival historis atau tim di sekitar mereka di klasemen," ucap Murphy kepada BBC Sport.

"Di liga pada 2020-2021, mereka telah bermain melawan Chelsea dan Arsenal dua kali, ditambah Manchester City dan Liverpool, dan tidak mencetak gol atau memenangkan salah satu dari enam pertandingan itu."

"Sangat mudah untuk menggunakan statistik itu dan mengatakan 'Ini adalah United', dan mereka harus tampil lebih baik dalam pertandingan itu dan mengalahkan rival mereka, untuk lebih dekat dengan City di puncak klasemen."

"Saya yakin Solskjaer dan stafnya akan melihat ke belakang dan berpikir bahwa dalam satu atau dua dari mereka, mereka bisa sedikit lebih unggul - misalnya hasil imbang 0-0 mereka melawan Liverpool yang habis di Anfield pada Januari."

"Tapi ada sisi lain - Anda harus ingat Manchester United masih meraih beberapa poin bagus dalam perjalanannya, dan mereka juga belum kebobolan banyak gol, hanya satu saja."

"Kekalahan kandang 1-6 mereka dari Tottenham pada Oktober mungkin mengawali ini, dan membuat Solskjaer berpikir bahwa timnya harus menjadi lebih sulit untuk dikalahkan ketika mereka melawan tim-tim papan atas.

"Jadi, itulah pola pikir mereka saat menghadapi pertandingan ini, dan itu telah membantu menempatkan mereka di posisi kedua, tak terkalahkan di laga tandang di Premier League dan dengan hanya satu kekalahan di mana pun dalam 20 pertandingan liga terakhir mereka."

Pendekatan yang wajar apabila melihat analisis dari Danny Murphy. Akan tapi permainan MU itu akan mendapatkan kritik karena sejarah mereka di Premier League.

Adapun pola bermain tersebut memunculkan asumsi apabila Solskjaer ingin menyelamatkan pekerjaannya sebagai manajer MU dengan permainan yang 'aman' melawan big six.