Manchester – Gelandang Manchester City dan Pantai Gading, Yaya Toure, yakin tidak akan masuk nominasi salah satu pemain terbaik dunia karena berasal dari Afrika.

Toure sudah mencetak 22 gol musim ini, berperan penting dalam sukses City juara Piala Liga dan bersaing di perburuan gelar Premier League.

Rekan setimnya, Samir Nasri, sempat menuturkan Toure pasti dipertimbangkan sebagai salah satu gelandang terbaik dunia jika bukan orang Afrika. Ketika ditanya soal komentar Nasri tersebut, Toure mengaku setuju.

“Saya pikir apa yang Nasri bilang sangat benar,” tegasnya dalam wawancara eksklusif dengan BBC Wolrd News.

Pada kesempatan itu, Toure mengaku tidak mendapat pengakuan cukup dari apa yang telah ia raih. Toure juara liga di empat Negara, Pantai Gading, Yunani, Spanyol dan Inggris. Instrumennya juga kental dalam sukses Barcelona menjuarai Liga Champions 2009.

“Sejujurnya, pengakuan sebenarnya hanya datang dari fans. Saya tidak ingin keras dan saya tidak ingin berpikiran negative, tapi saya ingin jujur,” ungkap pemain terbaik Afrika tiga kali tersebut.

Bagi Toure, media harusnya tidak bersikap diskriminatif tapi membantu mempromosikan para pemain sepak bola dari Afrika.

“Jika kami main bagus dan tidak mendapat pengakuan dari media, kami tidak akan berada di tempat yang kami inginkan. Orang-orang menganggap manusia dari Afrika sebagai binatang,” papar Toure.

Pemain berusia 30 tahun ini menambahkan, Andres Iniesta dan Xavi Hernandez selalu mendapat pujian karena skill menyerangnya tapi tak pernah dapat kritik saat mereka gagal bertahan dengan tepat.

Sebaliknya, Toure mengklaim dirinya sering diserang media saat membuat kesalahan dalam bertahan. Toure juga tidak senang dengan fakta Lionel Messi, yang disebut-sebut sebagai pemain terbaik dunia bersama Cristiano Ronaldo, mendapat pengakuan dari seluruh dunia namun pemain sepertinya tidak.

“Jika Anda pergi ke wilayah manapun di Afrika, orang akan bilang, ‘ya kami tahu dia (Messi)’, tapi saat Anda ke Eropa dan menyebut ‘Yaya Toure’ orang akan bilang ‘siapa dia?’ Beberapa akan bilang pernah dengan nama tapi tak tahu wajah saya. Tapi mereka tahu wajah Messi,” tutur Toure.

Sosok yang pernah bermain di Belgia, Rusia, Yunani, Prancis, Spanyol dan kini Inggris itu, juga mengaku bakal kecewa jika namanya tak tercantum dalam nominasi pemain terbaik Liga Inggris musim ini. Toure adalah satu dari enam kandidat, bersama Eden Hazard, Adam Lallana dan trio Liverpool, Luis Suarez, Steven Gerrard serta Daniel Sturridge.

Ketika ditanya tentang George Weah, satu-satunya pemain Afrika yang meraih Ballon d’Or (1995), Toure mengaitkannya dengan pemain Afrika lain di era saat ini, Samuel Eto’o dan Didier Drogba.

“Pemain-pemain itu lebih dari legenda bagi saya dan Afrika,” katanya.

“Saya sangat bangga jadi orang Afrika, saya ingin membela orang Afrika dan ingin menunjukkan pada dunia bahwa pemain Afrika sama bagusnya dengan pemain Eropa dan Amerika Selatan,” tandas Toure.