BolaSkor.com - Ketua umum PBSI, Agung Firman Sampurna, tak mematok target muluk pada Olimpiade Tokyo 2020. Agung hanya tak ingin tradisi emas Olimpiade dari bulu tangkis putus.

Setidaknya, Indonesia perlu merebut satu medali emas. Pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016, medali emas dipersembahkan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Peluang Indonesia memertahankan satu medali emas cukup besar mengingat performa Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon masih di puncak. Selain itu masih ada Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, serta Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang bisa membuat kejutan.

“Saya juga berharap di Olimpiade tahun ini, walau kondisinya sedang sangat tidak kondusif, kita bisa mempertahankan medali emas yang menjadi tradisi kita. Atau bahkan melebihinya,” kata Agung.

Baca Juga:

Greysia Polii Niat Pensiun, PBSI Segera Cari Pengganti

Hibur Pemain, Naga Api Boyong Kevin Sanjaya Cs ke Sragen

“Maka dari itu, hari ini saya mengajak kita semua untuk menyiapkan diri, menggalang semua kekuatan yang kita miliki, mengatur strategi terbaik yang kita miliki dan menggunakan semua sumber daya yang kita miliki agar cita-cita itu bisa tercapai," imbuhnya.

Dalam masa kepemimpinannya di PBSI, Agung ingin ada perubahan besar. Grand design sudah dibuat untuk jangka panjang dan pendek.

“Juga di jangka panjang, saya dan pengurus sudah berencana membangun tempat latihan khusus tim junior dan penambahan kamar asrama sehingga nanti atlet punya satu kamar masing-masing, ini untuk meningkatkan kenyamanan dan privacy mereka. Semoga ini bisa terwujud di periode kepemimpinan saya," ujar Agung.