BolaSkor.com - Atletico Madrid memetik kemenangan telak 4-0 atas Cadiz pada pekan ketujuh LaLiga. Hasil yang membawa mereka ke puncak klasemen dengan rapor belum terkalahkan lima menang dan dua seri.

Setelah menjalani musim yang disebut sang pelatih Diego Simeone sebagai masa transisi, kini Los Rojiblancos terlihat solid dan mapan. Joao Felix dan kawan-kawan kini tampak siap kembali bersaing menjadi penguasa LaLiga.

Musim lalu merupakan periode sulit bagi Atletico. Mereka harus kehilangan banyak pemain yang memiliki peran besar dalam tim. Di lini depan Atletico kehilangan Antoine Griezmann, di tengah Rodri, dan bahkan Atletico ditinggal semua pilar di barisan belakang, Juanfran, Filipe Luis, Diego Godin, dan Lucas Hernandez.

Baca Juga:

20 Menit Bermain untuk Atletico Madrid, Luis Suarez Langsung Ciptakan Rekor Baru

Ronald Koeman Dipaksa Jual Luis Suarez oleh Barcelona

Cerita Ronald Koeman Bujuk Lionel Messi untuk Bertahan di Barcelona

Pemain baru kemudian masuk dan pemain yang selama ini jadi pelapis dicoba masuk dalam skuad utama. Hasilnya tidak maksimal. Tidak heran jika Simeone terkesan pasrah dan hanya mengatakan timnya dalam masa transisi.

Musim ini, transisi Atletico boleh dibilang sudah selesai. Paling tidak jika melihat hasil yang mereka raih hingga tujuh laga di LaLiga.

Era baru Atletico tentu tidak lepas dari kerja keras sang pelatih yang sepanjang proses transisi sibuk meracik formula yang tepat. Hasilnya, Atletico tampil dengan wajah baru. Tim asuhan Simeone bermain dengan gaya berbeda yang lebih menyenangkan dan bebas mengalir.

Selain itu kehadiran Luis Suarez juga menjadi faktor pelengkap dari perubahan. Simeone pernah mengatakan, adanya Suarez "memaksa" timnya bermain lebih dekat ke kotak penalti lawan. Semua dilakukan untuk memaksimalkan kemampuan Suarez.

Penyesuaian yang dilakukan Simeone demi mengakomodasi Suarez berjalan mulus. Atleti tampil dominan di tiap pertandingan. Mereka lebih banyak berada di area lawan dan membangun serangan dengan sabar. Bola jadi lebih sering berada di kaki pemain menyerang, terutama Joao Felix yang semakin memiliki peran dalam penyerangan Atleti.

Pencapaian minor Atletico musim lalu tidak lepas dari seretnya aliran gol mereka. Dari total 38 laga, pasukan Simeone hanya mencetak 51 gol atau rata-rata 1,34 gol per laga. Saat ini, mereka mampu mengemas 17 gol dengan rata-rata 2,5 gol per laga.

Kebangkitan Joao Felix

Salah satu faktor terpenting dalam proses transisi Atletico akan membangkitkan performa pemain termahal mereka, Joao Felix. Dan proses tersebut terlihat berjalan sukses.

Joao Felix musim ini sudah menjelma menjadi playmaker yang mampu menghadirkan perbedaan, terutama saat tim membutuhkan. Musim lalu menjadi masa adaptasi bagi Felix. Buah dari kesabaran Simeone dan klub pada umumnya.

Felix hanyalah satu dari para pemain yang musim ini mulai memberikan kontribusi. Koke menjadi contoh pemain yang berkembang pesat. Pun dengan Marcos Llorente, Angel Correa, dan Hector Herrera.

Tidak ketinggalan sosok Jose Maria Gimenez. Bukan rahasia lagi, sektor pertahanan menjadi area yang paling terganggu dengan hengkangnya banyak pemain musim lalu. Tidak cuma itu, mereka kehilangan Diego Godin, jenderal tidak hanya untuk barisan belakang, tapi tim keseluruhan.

Posisi tersebut tampaknya sudah bisa dibebankan kepada Jose Maria Gimenez. Lepas dari cedera, bek tengah asal Uruguay tersebut menjelma menjadi sosok pemimpin. Duetnya dengan Stefan Savic menjadi benteng tangguh di depan kiper Jan Oblak.

Masa transisi bagi Atletico sudah selesai, kini mereka siap menjadi pesaing kuat memperebutkan trofi LaLiga.