BolaSkor.com - Prestasi tunggal putri Indonesia tertinggal jauh ketimbang sektor lain. Fitriani dkk. dinilai kurang bertaring di ajang internasional.

Hal tersebut diakui mantan peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia 2015, Lindaweni Fanetri. Tunggal putri Indonesia bahkan sudah tertinggal dari negara Eropa seperti Spanyol yang memiliki Carolina Marin.

“Ya, dibilang menyayangkan (soal tunggal putri belum berprestasi) tapi kan semua negara sudah berkembang. Kalau zaman dulu hanya China dan Korea (mendominasi) selesai. Sekarang Thailand ada, Spanyol ada, Taiwan ada, Denmark bangkit, jadi tinggal motivasi yang sekarang di pelatnas saja," kata Linda.

Baca Juga:

Cari Markis Kido Baru, Kemenpora Gelar Pra Seleksi SKO Bulu Tangkis

Menpora Minta Tiga Cabor Manfaatkan Dana dengan Baik dan Sembilan Cabor Lain Menyusul

Melempemnya prestasi tunggal putri Indonesia dikhawatirkan membuat Indonsia tanpa wakil pada Olimpiade Tokyo 2020. Sejauh ini, Gregoria Mariska Tunjung masih berada di peringkat ke-14 klasemen Race to Tokyo.

Adapun Fitriani dan Ruselli Hartawan terdampar di peringkat ke-18 dan 21.

Lindaweni percaya tunggal putri Indonesia bisa bangkit. PBSI hanya perlu memberi motivasi lebih kepada mereka.

“Saya yakin semua punya pasti kemauan. Tapi kan ada masanya mereka 'aduh saya kok belum bisa ini', saya melihatnya wajar, tapi gimana caranya mereka untuk bangkit dari rasa down. Karena mereka masih punya motivasi dan punya tujuan, atau minimal idola," ujar Linda.