BolaSkor.com - Persebaya Surabaya mendapat suntikan kekuatan untuk menghadapi TIRA-Persikabo pada laga kedua Liga 1 2021/2022. Persebaya berpeluang menurunkan empat pemain asingnya pada pertandingan di Stadion Wibawa Mukti, Sabtu (11/9). Dapat memainkan kekuatan terbaik membuat tim asal Kota Pahlawan tersebut percaya diri membawa pulang tiga poin.

Pada laga perdana melawan Borneo FC, sebanyak tujuh pemain utama Persebaya absen. Mereka adalah Alie Sesay, Taisei Marukawa, Bruno Moreira Soares, dan Jose Wilkson Teixeira Rocha. Kemudian ada kiper Satria Tama, bek kanan Koko Ari Araya dan wonderkid Marselino Ferdinan. Hasilnya, Persebaya takluk 1-3 dari Borneo FC pada (4/9) lalu.

"Memang di laga awal kami kalah. Tidak mendapat poin. Semua tahu sendiri bahwa kami (kehilangan) tujuh pemain inti. Tetapi kami sudah melakukan evaluasi apa yang menjadi kelemahan tim. Dan untuk pertandingan kedua nanti, semua sudah bisa main. Termasuk pemain asing, Marselino dan Arif Satria yang hanya bermain beberapa menit di laga pertama," ujar pelatih Persebaya Aji Santoso dalam sesi jumpa pers virtual.

Baca Juga:

Debut Boaz Solossa Diwarnai Kekalahan Borneo FC dari Persik

Pelatih TIRA-Persikabo Waspadai Empat Pemain Asing Milik Persebaya

Dengan bisa menampilkan kekuatan terbaiknya, mantan pelatih Persela Lamongan dan PSIM Jogjakarta tersebut berharap mendapatkan poin maksimal dari TIRA-Persikabo. Kendati demikian, Aji mengaku masih akan melihat kondisi terbaru pemain-pemain tersebut sebelum memutuskan langsung diturunkan sejak menit pertama.

"Sangat besar kemungkinan saya akan menurunkan mereka karena sudah memenuhi regulasi untuk bermain. Saya berharap dan yakin kekuatan kami akan lebih dari pertandingan pertama. Sementara untuk Marselino akan saya lihat perkembangannya, yang jelas dia masuk dalam daftar susunan pemain," jelas pelatih 51 tahun tersebut.

Pelatih asli Kepanjen, Kabupaten Malang tersebut enggan membeberkan strategi yang akan digunakan saat mengandalkan para pemain itu. Aji hanya memastikan jika komposisi pemain akan berbeda jika dibandingkan laga pertama.

"Saya tidak akan mengatakan kepada siapapun strategi yang akan saya pakai. Hanya komposisi pemain pasti akan berubah, pemain sudah siap semua cuma Satria (Tama) yang masih cedera," ungkapnya.

Lebih lanjut Aji menyatakan telah membenahi lini belakang yang menjadi penyebab kekalahan Bajol Ijo. Terutama sektor bek sayap yang disebutnya biang terciptanya tiga gol Borneo FC. Karena itu, Aji tak ingin bek sayap melakukan kesalahan yang sama lantaran TIRA-Persikabo dikenal memiliki winger dengan kecepatan.

"Memang kami kebobolan di laga pertama dari sayap, dan sudah saya eveluasi melalui video kesalahan-kesalahan tersebut. Dan itu tidak boleh terulang lagi karena sudah kami benahi untuk laga berikutnya. Saya berharap pemain belakang benar-benar disiplin karena TIRA-Persikabo bukan lawan yang ringan. Mudah-mudahan hasil kami akan lebih baik dari sebelumnya," pungkas Aji.

Rachmat Irianto Siap di Mana Pun

Sementara itu, kapten Persebaya, Rachmat Irianto mengaku siap dimainkan di posisi mana pun. Rian sebelumnya ditampilkan sebagai gelandang bertahan melawan Borneo FC sejak menit ke-65, tepatnya ketika bek Arif Satria masuk. Perubahan strategi yang diterapkan pelatih Persebaya Aji Santoso itu sejatinya berhasil. Ketika Rian maju menjadi gelandang, lini tengah Bajol Ijo lebih hidup dan berimbang dengan Borneo FC.

Apalagi, Rian bermain dengan apik sebagai gelandang selama kurang lebih 25 menit terakhir. Dia menyelesaikan 63 operan, paling banyak dari siapapun pada pekan pertama Liga 1. Terbukti Persebaya mampu memperkecil ketertinggalan lewat gol yang dicetak Ricky Kambuaya pada menit ke-75.

Artinya, permainan Rian lebih berkembang ketika menjadi gelandang bertahan. Meski demikian, putra sulung legenda Persebaya dan timnas Indonesia Bejo Sugiantoro tersebut menyerahkan keputusan kepada pelatih.

"Saya nyaman bermain di posisi manapun. Tergantung situasi dan instruksi pelatih. Lagi pula pelatih mempunyai rencana untuk setiap pertandingan," tutur Rian.

Bermain sebagai gelandang jangkar sejatinya bukan peran baru bagi bapak satu anak tersebut. Rian pernah menjalani posisi tersebut ketika bersama timnas Indonesia U-22 asuhan Indra Sjafri dan saat Persebaya dipoles Djadjang Nurdjaman pada musim 2019 lalu.

Lebih lanjut Rian menilai kondisinya prima untuk laga besok. Dia juga menilai kondisi skuat kebanggaan Bonek tersebut semakin solid. Pemain 21 tahun itu berharap rekan-rekannya dapat tampil sesuai ciri khas Persebaya selama ini.

"Saya pribadi cukup bagus. Tim juga semakin solid dan kompak baik di dalam maupun luar lapangan. Jadi, kami harus memberikan permainan terbaik dengan ciri khas ngeyel, ngosek," pungkasnya. (Laporan Kontributor Keyzie Zahir/Surabaya)