BolaSkor.com - Juventus menutup 2020 dengan kekalahan pahit di Allianz Stadium kala menjamu Fiorentina dalam lanjutan pekan 14 Serie A, Rabu (23/12) dini hari WIB. Il Bianconeri kalah dengan skor telak 0-3.

Anak-anak asuh Andrea Pirlo kalah melalui gol yang dicetak Dusan Vlahovic (3'), gol bunuh diri Alex Sandro (76'), dan gol dari mantan pemain Juventus, Martin Caceres (81'). Kekalahan itu semakin parah karena Juventus bermain dengan 10 pemain sejak Juan Cuadrado menerima kartu merah.

Juventus memang unggul penguasaan bola 54 persen, 13 percobaan tendangan dan tiga tendangan tepat sasaran, namun tidak ada yang berbuah gol ke gawang Fiorentina. Andrea Pirlo memiliki alasan mengapa performa timnya buruk kontra La Viola.

Baca Juga:

Cara Unik Lewandowski Satukan Ronaldo dengan Messi

Hasil Laga-laga Liga Eropa: Tim Ronaldo Merana, Klub Messi Bahagia

Juventus Dibantai Fiorentina, Pirlo Sebut Pemainnya Sudah Pikirkan Liburan

Andrea Pirlo

"Itu pasti bukan alibi (kekalahan dari Fiorentina). Kami memulai dengan sikap yang salah dan jika Anda melakukan itu, maka Anda akan mengalami situasi buruk ini," kata Pirlo kepada Sky Sport Italia.

"Bisa saja terjadi di pertandingan terakhir sebelum Natal untuk mulai memikirkan liburan, tapi kami lamban dan tidak fokus, jadi mau tidak mau kami kemudian kalah."

Fiorentina asuhan Cesare Prandelli memberikan kekalahan pertama untuk Juventus musim ini di Serie A. Selain itu Juventus juga terlalu bergantung kepada sosok megabintang asal Portugal Cristiano Ronaldo.

Cristiano Ronaldo

Ketergantungan itu bisa terlihat dari statistik di Squawka. Ronaldo terlibat langsung sembilan gol dari 13 tendangan: enam tendangan, tiga kali menciptakan peluang. Ronaldo juga menyelesaikan delapan take-ons alias mendribel bola melewati lawan.

Bergantung kepada satu pemain acapkali menjadi buah simalakama. Bagi tim sekaliber Juventus dengan kedalaman dan kualitas skuad yang bagus, memberikan tanggung jawab kepada Ronaldo untuk jadi pembeda tidak ideal, apalagi mereka punya Paulo Dybala, Alvaro Morata, Dejan Kulusevski, dan Federico Chiesa.