BolaSkor.com - UEFA terlihat tidak memiliki taji dalam kasus Liga Super Eropa. Alih-alih memberikan hukuman berat, UEFA dikabarkan justru mengizinkan Juventus, Real Madrid, dan Barcelona tetap berlaga di Liga Champions musim depan.

Klub-klub elite Eropa mengambil inisiatif membuat kompetisi untuk mengatasi masalah ekonomi. Manchester United, Manchester City, Arsenal, Chelsea, Tottenham Hotspur, Barcelona, Real Madrid, Atletico Madrid, Inter Milan, AC Milan, dan Juventus saling bergandengan tangan.

Sederet klub itu membuat kompetisi bernama Liga Super Eropa. Kompetisi antarklub paling mengilap di Eropa itu menjanjikan hadiah jauh lebih besar daripada Liga Champions.

Baca Juga:

Sanksi UEFA buat Klub yang Masih di Liga Super Eropa

Tidak Takut, Presiden Barcelona Punya Siasat Antisipasi Hukuman UEFA

Jika Real Madrid, Barcelona, dan Juventus Ditendang dari Liga Champions

Liga Super Eropa

UEFA yang mendengar kabar tersebut kebakaran janggut. Sederet sanksi pun dipersiapkan, hingga yang paling parah tidak boleh berlaga di kompetisi UEFA.

Akhirnya, kini tinggal Juventus, Real Madrid, dan Barcelona yang masih menyatakan diri berada di Liga Super Eropa. Sementara itu, klub pendiri lainnya memutuskan memundurkan diri.

Namun, ketiga klub yang masih bertahan di Liga Super Eropa itu tidak benar-benar menerima sanksi berat. UEFA kehilangan tajinya.

Menurut laporan ANSA, kementerian kehakiman Swiss menyatakan jika UEFA tidak berhak memberikan hukuman kepada Juventus, Madrid, dan Barcelona berupa larangan bermaindi Liga Champions musim depan.

Oleh karena itu, UEFA mengambil keputusan menunda proses investigasi pada tiga klub tersebut. Selain itu, UEFA juga telah mengirimkan surat kepada Juventus yang berisi izin tampil di Liga Champions musim depan.

Liga Super Eropa Memang Menggoda

Liga Super Eropa memang satu di antara terobosan para klub yang bisa menghasiilkan pundi-pundi. Hal tersebut sangat berarti di tengah pandemi virus corona yang menghantam sektor ekonomi.

Kabarnya, uang dari keikutsertaan di Liga Super Eropa lebih banyak dari hadiah yang didapatkan jika bermain di Liga Champions. Selain itu, para klub pendiri juga tidak bisa turun kasta.