BolaSkor.com - Watford butuh 35 tahun untuk bisa kembali berlaga di Wembley dalam pertandingan bertajuk final Piala FA. Semua itu bisa terjadi berkat taktik jitu Javi Gracia.

The Hornets akan bertarung melawan Manchester City, Sabtu (18/5). The Citizens sedang bersemangat karena ingin meraih treble domestik.

Namun, langkah Manchester City meraih kemenangan pada pertandingan nanti tidak akan mudah. Sebab, Gracia telah membangun Watford menjadi tim yang disiplin, penuh bakat, kreatif dan bersemangat.

Sejak mengambil alih Watford pada Januari 2018, pria kelahiran Pamplona, Spanyol, tersebut telah mengubah permainan tim yang dulu stagnan menjadi lebih menyerang.

Meskipun, hanya menduduki peringkat 11 klasemen akhir Premier League, namun Watford mengakhiri kompetisi dengan meraih 50 poin. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi bagi Watford sepanjang berlaga di Premier League.

Dengan catatan manis tersebut, eks pelatih Rubin Kazan menjadi manajer pertama selama era keluarga Pozzo yang mendapatkan perpanjangan kontrak. Adapun, ia merupakan manajer ke-10 untuk Watford pada era keluarga Pozzo.

Baca juga:

Prediksi Manchester City Vs Watford: Misi The Citizens Rengkuh Treble Domestik

Watford 3-2 Wolves: Menang Dramatis, The Hornets Tantang Man City di Final Piala FA 2018-19

Troy Deeney, Bintang Watford yang Hidupnya Berubah Setelah Masuk Jeruji Besi

Javi Gracia

Lantas, apa yang menjadi kelebihan Watford pada kepemimpinan manajer 49 tahun tersebut? Selain itu, bagaimana sang juru taktik meramu strategi mengalahkan lawan? Berikut ulasannya.

Setelah mengambil alih tim dari Marco Silva 16 bulan lalu, Gracia menjadikan awal waktunya di Watford untuk utak-atik strategi. Selain itu, Gracia juga mencoba mempertahankan kondisi fisik para pemain untuk mengarungi berbagai kompetisi di Inggris.

Pada masa pramusim 2018-2019, mantan pemain Villarreal mendapatkan waktu untuk sepenuhnya menanamkan ide dan filosofi untuk pemain Watford. Hasilnya, tidak hanya mental pemain Watford yang membaik, namun juga gaya bermain yang semakin menarik.

Satu di antara yang menarik adalah bagaimana Gracia selalu berpakem pada formasi 4-2-2-2. Taktik tersebut merupakan pengembangan dari formasi klasik 4-4-2. Dengan begitu, para pemain sayap dapat mendorong lebih ke depan.

Pada sistem pertahanan, peran Ben Foster di bawah mistar gawang sangat besar. San kiper mencatatkan 372 penyelamatan di Premier League.