BolaSkor.com - Satu tahun berselang dan Liga Super Eropa masih terus dibicarakan di Eropa. Klub-klub pendiri yang tadinya banyak dan kini menjadi tiga klub masih terus bersikukuh untuk memainkan Liga Super Eropa.

Tiga sosok figur yang menjadi supremo di Barcelona, Juventus, dan Real Madrid adalah Joan Laporta, Andrea Agneli, dan Florentino Perez. Meski ditentang oleh UEFA ketiganya masih tetap bulat dengan Liga Super Eropa (ESL).

Mereka melihat Liga Super Eropa sebagai opsi terbaik dalam memberikan keseimbangan finansial kepada klub-klub, mengingat UEFA tidak transparan. Tapi ESL juga dapat mengancam Liga Champions dan liga lainnya dari sisi kompetitif.

Apalagi ketiganya klub besar di Eropa dan punya banyak fans. Tak ayal wajar jadinya jika tiga klub pendiri itu mendapatkan banyak pertentangan untuk menjalankan ESL. Juventus misalnya, mereka terancam dikeluarkan dari Serie A.

Baca Juga:

Dusan Vlahovic Jadi Penyebab Juventus Lepas Dybala

5 Momen Kunci Paulo Dybala dengan Juventus

6 Calon Klub Baru Paulo Dybala Musim Depan

Gabriele Gravina

Pesan tegas - menjadi ultimatum - diberikan oleh Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, kepada Juventus.

"Kontrak itu adalah hipotesis perencanaan. Jika itu menjadi kenyataan, Juventus akan tersingkir dari Liga Italia (Serie A)," tegas Gravina kepada La Repubblica.

Bagi beberapa pihak ESL dilihat sebagai sebuah solusi anti-UEFA dalam membuat kompetisi. Gravina pun menilai sepak bola Italia seharusnya membenahi kekurangan yang ingin dibenahi ESL itu.

"Liga Super adalah jawaban yang salah untuk kebutuhan nyata," tambah Gravina.

"Italia juga harus memikirkan bagaimana meningkatkan kualitas kejuaraan dan membuatnya lebih menarik untuk memperluas pasar seperti Arab, di mana mereka mengumpulkan sedikit uang dari saat ini."