BolaSkor.com - Villarreal sukses mengalahkan Arsenal pada leg pertama semifinal Liga Europa 2020-2021. Namun hal itu belum membuat puas sang pelatih, Unai Emery.

Emery memang menjadi sorotan dalam pertandingan ini. Ia membawa misi balas dendam setelah sempat dipecat oleh Arsenal sebelum bekerja di Villarreal.

Dalam laga yang berlangsung di Estadio de la Ceramica, Jumat (30/4) dini hari WIB, Villarreal menang dengan skor 2-1. Hasil ini membuka peluang The Yellow Submarine untuk melaju ke final.

Villarreal unggul dua gol lebih dulu di babak pertama melalui aksi Manu Trigueros dan Raul Albiol. Wakil Spanyol itu semakin di atas angin setelah Arsenal bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-57 usai Dani Ceballos menerima kartu kuning kedua.

Baca Juga:

Mikel Arteta Syukuri Kekalahan Kontra Villarreal

10 Fakta Menarik Leg Pertama Semifinal Liga Europa: Cavani Gemilang

Hasil Pertandingan: Manchester United Permak AS Roma, Arsenal Bawa Pulang Kekalahan

Pelanggaran yang berbuah penalti untuk Arsenal.

Namun keunggulan jumlah pemain gagal dimanfaatkan Villarreal. Padahal mereka punya banyak peluang emas untuk mencetak gol tambahan.

Arsenal akhirnya justru mampu memperkecil kedudukan lewat penalti Nicolas Pepe pada menit ke-73. Momen inilah yang membuat Emery tak puas.

Emery merasa Arsenal tak layak mendapat penalti. Ia menganggap Bukayo Saka melakukan diving saat terjatuh di kotak penalti.

Dalam tayangan ulang, Saka memang seperti sengaja menyangkutkan kakinya ke arah Trigueros. Namun wasit tetap menunjuk titik putih meski telah mengecek VAR.

"Penalti Arsenal bukanlah penalti. Kesalahan wasit yang sangat penting dan juga dengan VAR, Anda bisa melihatnya," kata Emery kepada BT Sport.

Yakin Lolos

Wajar jika Emery marah. Satu gol tandang yang dicetak Arsenal sangatlah berharga karena The Gunners hanya butuh menang dengan skor 1-0 di pertemuan kedua untuk membalikkan kedudukan.

Meski begitu, Emery tetap yakin dengan peluang timnya. Ia bahkan tak berniat tampil bertahan kala berlaga di kandang Arsenal, pekan depan.

"Kami akan bermain di sana dengan rencana yang sama untuk mengontrol dan menunjukkan kepribadian kami. Kami harus pergi ke sana untuk mencetak gol," pungkasnya.