BolaSkor.com - Tim medis Persib Bandung menjadi perbincangan para pencinta sepak bola Tanah Air. Itu terjadi saat berhadapan dengan Persiraja Banda Aceh dalam lanjutan Liga 1 2021/2022, Rabu (24/11).

Banyak pujian membanjiri tim medis Persib tersebut. Pasalnya, mereka melakukan aksi penyelamatan kepada pemain Persiraja yakni Ramadhan usai tidak sadarkan diri akibat terkena hantaman bola yang tepat mengenai bagian perutnya.

Aksi tersebut membuahkan hasil, Ramadhan yang sempat terkapar dan tidak sadarkan diri cukup lama akhirnya membaik hingga kesadarannya kembali sebelum akhirnya diboyong menggunakan ambulance menuju Rumah Sakit.

Dokter Persib, Mochamad Rafi Ghani mengatakan aksi tersebut adalah bentuk spontanitas. Sebab saat itu, Ramadhan sudah terlihat tidak bergerak.

"Jadi, saya spontanitas saja, sama-sama membantu meski di sana memang sudah ada tim medis dari Persiraja," ungkap Mochamad Rafi Ghani saat dihubungi, Jumat (26/11).

Baca Juga:

Arema FC Tanpa 6 Pemain Andalan Hadapi Persib Bandung

Pelatih Persib Berharap Dua Striker Asing Tak Melempem di Bigmatch

Sesuai dengan dugaannya, pemilik nomor punggung 25 itu tidak sadarkan diri atau pingsan. Namun, Rafi Ghani merasa sedikit lega lantaran detak nadinya masih berdetak.

"Setelah itu saya coba observasi dan saya siap-siap melakukan resusitasi jantung, paru, pompa. Takutnya kan jantungnya berhenti, jadi saya sudah bersiap melakukan resusitasi. Dan setelah saya datangani keadaan nadinya masih berdetak, kemudian saya kasih rangsang nyeri supaya kesadarannya kembali. Alhamdulillah dalam beberapa saat kesadarannya membaik," katanya.

Meski demikian, Rafi Ghani tetap memberikan perlindungan di bagian lehernya sebelum dilarikan ke Rumah Sakit. Tujuannya agar kondisi Ramadhan benar-benar aman.

Rafi Ghani tak menyalahkan penanganan yang dilakukan tim medis Persiraja dengan mengangkat bagian perut Ramadhan saat terkapar di lapangan. Namun, dia berkeinginan untuk membantu agar kondisi Ramadhan cepat pulih.

"Saya juga itu spontanitas saja, waktu melihat perut pemain itu diangkat oleh tim medis Persiraja, atletnya kelihatan tidak bergerak, jadi saya spontan saja lari untuk membantu. Alhamdulillah, dapat kabar terakhir keadaannya membaik. Dan setelah di observasi di Rumah Sakit juga saya dapat kabar juga katanya tidak ada hal yang membahayakan," katanya.

Rafi Ghani mengaku awalnya khawatir bahwa Ramadhan mengalami pendarahan di rongga perut. Namun, setelah dilakukan observasi, kekhawatiran itu tidak terbukti.

"Kita tahu itu bola kena ulu hati si pemain, dan di situ kita tahu ada bagian pernapasan, paru-paru dan diafragma, mungkin ada trauma di bagian itu dan untuk beberapa saat pemain tidak bisa bernapas dan akhirnya kesadarannya menurun," tuturnya.

Rafi Ghani mengatakan penanganan seperti ini bukan kali pertama terjadi. Bahkan pernah terjadi pada para pemainnya seperti I Made Wirawan maupun Jendri Pitoy.

"Terus tahun 2018 saya juga pernah jadi dokter pendamping untuk jamaah haji, sempat ada jamaah yang kena serangan jantung. Alhamdulillah, saya lakukan resusitasi dan Alhamdulillah selamat,"

"Jadi intinya, ketika menghadapi situasi seperti ini yang paling penting tidak panik, harus observasi apa yang harus kita lakukan. Kalau kita lihat nadinya lemah, harus langsung dilakukan resusitasi," pungkasnya. (Laporan Kontributor Gigi Gaga/Bandung)