BolaSkor.com - Unjuk rasa besar sebagai bentuk protes kepada Keluarga Glazer dilakukan suporter Manchester United pada Minggu (02/05) malam WIB, tepat sebelum pekan 34 Premier League di laga bersejarah melawan Liverpool.

Suporter seolah tahu bahwa aksi demonstrasi itu akan menyita perhatian dunia, terlebih dengan adanya North West Derby di antara dua rival abadi sepak bola di Inggris. Unjuk rasa besar ketiga terjadi dan belum tentu menjadi puncak darinya.

"Kami (fans) memutuskan kapan Anda (MU) akan bermain," begitulah nyanyian fans di depan Old Trafford sembari menyalakan flare, menuntut mundur Glazer dan memblokir jalan masuk stadion.

Baca Juga:

Sambil Kecam Aksi Suporter, Premier League Pastikan Manchester United Vs Liverpool Ditunda

Breaking News, Suporter Manchester United Rusuh di Old Trafford Jelang Kontra Liverpool

Asal-usul Sebutan North West Derby pada Duel MU Vs Liverpool

Aksi suporter MU di Old Trafford

Dua demonstrasi sebelumnya sudah terjadi di Old Trafford yang dilanjutkan dengan menerobos pusat latihan Man United. Pada aksi suporter ketiga fans benar-benar membentuk lautan manusia, memaksa laga ditunda, dan semua berkumpul untuk satu alasan: menggulingkan rezim Glazer.

Penulis BBC Sport, Simon Stone menggambarkan aksi suporter di Old Trafford sebagian besar diikuti pemuda pada usia relatif 20 tahunan, tetapi ada juga pria dan wanita dewasa pada usia 50 atau 60 tahunan.

Mereka mengenakan syal berwarna hijau-emas, warna jersey pertama United ketika masih dengan nama lama Newton Heath pada 1878, tetapi juga jadi simbol protes anti Glazer pada 2010.

"Ini adalah peringatan bagi pemilik klub sepak bola bahwa pada akhirnya mereka (suporter) tidak akan menerima apa yang telah mereka lakukan dalam beberapa minggu terakhir," tutur legenda United, Gary Neville.

Kemarahan yang Memuncak

Liga Super Eropa yang dibentuk 12 klub (termasuk MU) memicu amarah fans. Sebagian besar klub mengundurkan diri dari liga yang kontroversial itu, tetapi 'kerusakan' sudah terjadi dan seperti halnya fans lain suporter MU juga marah.

Bedanya fans MU sudah tak heran lagi dengan sikap yang diambil Glazer, sebab mereka sudah tahu betapa buruknya Glazer dalam mengelola klub. Ed Woodward mundur dari jabatan sebagai CEO MU setelah 16 tahun bekerja, fans ingin itu juga terjadi kepada Glazer.

Dari sisi pemasukan komersil Glazer memberikan peningkatan signifikan. Mengetahui betapa besar dan populernya United di dunia, mereka memanfaatkannya dengan penjualan regional di seluruh dunia.

Sir Alex Ferguson bersama Keluarga Glazer

Selain menggandeng sponsor ternama dengan kontrak besar seperti Adidas, Chevrolet, mereka juga memiliki partner telecom di Amerika dan Kanada serta di Afrika dan China. Wajar jika Glazer mengambil beberapa persen keuntungan darinya.

Kemampuan Man United merekrut pemain juga cukup besar plus pengembangan akademi, bahkan Sir Alex Ferguson pernah mendukung Keluarga Glazer yang dinilainya selalu mendukungnya di bursa transfer pemain, tidak pernah dikritik.

Meski begitu fans Man United sadar apabila dalam 16 tahun terakhir Keluarga Glazer merupakan sosok yang hanya mementingkan uang, tak punya kecintaan kepada klub yang sudah berusia 149 tahun.

Suporter ingin Glazer pergi dari MU

Hutang United menumpuk, prestasi minim, pembelian pemain dalam beberapa musim terakhir tidak efektif, dan United sudah puasa gelar titel liga sejak 2013. Aksi demo itu sendiri sudah berlangsung sejak 2010 kala MU menurun dengan Ferguson sebagai manajer mereka.

Kini segala emosi dan rasa frustrasi fans MU sudah mencapai klimaks. Demonstrasi bisa saja terus terjadi selama Glazer tak mundur dan situasi saat ini tidak ideal untuk semua pihak, khususnya tim yang masih bertarung di Premier League dan Liga Europa.