BolaSkor.com – Sepak bola putri di Indonesia memang belum sepopuler sepak bola pria. Namun sekarang, profesi pesepak bola putri itu mulai diperhitungkan, menyusul adanya kompetisi Liga 1 Putri yang digelar oleh PSSI.

Peminatnya ternyata cukup banyak. Dari 18 tim di Liga 1 2019, sebanyak 10 klub mengirimkan tim putrinya untuk berlaga pada kompetisi yang pertama kali digelar di Indonesia. Salah satu dari 10 tim tersebut ialah Persib Bandung.

Pada edisi pertama, Persib Bandung muncul sebagai juara Liga 1 Putri. Putri Biru berhasil mengandaskan perlawanan dari TIRA-Persikabo Kartini dalam dua leg dengan agregat 6-1.

Baca Juga:

7 Pesepak Bola Wanita yang Memesona di Edisi Awal Liga 1 Putri

Ketum PSSI Jelaskan Liga 1 Putri 2020 Paling Lambat Digelar Akhir April 2020

Salah satu pemain mencuri perhatian pada gelaran Liga 1 Putri ini. Bukan pemain Timnas Putri Indonesia.

Parasnya bisa memikat hati sang adam ketika dia sedang menggiring bola di lapangan. Ia adalah Siti Latipah Nurul Inayah atau yang biasa dipanggil Uyung.

Dara kelahiran Bandung, 18 Oktober 1995 itu memang suka berolahraga sejak kecil. Ia dikenalkan berbagai macam olahraga oleh sang ayah, mulai dari bulu tangkis, lari, dan masih banyak olahraga yang lainnya.

Uyung pun pernah ikut ambil bagian pada gelaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) ketika duduk dibangku SMP. Olahraga yang ia mainkan ialah sepak takraw, basket, dan futsal. Seiring berjalanannya waktu akhirnya ia pun mulai jatuh cinta dengan sepak bola.

Uyung. (Instagram)

Kesukaan tak datang begitu saja. Sang ayah yang sering mengajak Uyung menonton pertandingan sepak bola membuatnya menjatuhkan pilihan untuk menekuni dunia yang kini membesarkan namanya.

“Yang memperkenalkan saya ke sepak bola itu ayah. Dulu waktu saya kecil suka dibawa-bawa untuk nonton dia main bola. Kebetulan ayah dulu suka sepak bola dan sering juga nonton sepak bola,” kata Uyung ketika dihubungi oleh BolaSkor.com.

“Tapi memang sebelumnya, dari kecil saya sudah senang olahraga. Dari masuk SD sudah ikut lomba-lomba atletik gitu. Tapi saat SMP, saya main sepak takraw sempat ikut Porda juga, lalu main basket dan futsal juga,” tambahnya.

“Tapi saat itu, futsal belum terlalu serius, masih main-main saja. Baru saat masuk SMA mulai di fokus satu cabang olahraga dan pilih ke futsal dan sepak bola,” katanya.

Sejak itulah karier sepak bola mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia itu mulai cemerlang. Ia pernah ikut seleksi Timnas Indonesia untuk Piala AFF tahun 2015 dan bisa lolos.

Perjalanan karier yang cukup panjang menuntunnya tampil pada gelaran Liga 1 Putri dengan bermain bersama Persib. Persib dipilih karena ingin bermain untuk tanah kelahirannya.

Uyung. (Instagram)

“Saya masuk skuat PON sepak bola putri Jawa Barat, dari situ saya juga dipilih untuk membela Persib di Liga 1 Putri dan bersyukur pada akhirnya bisa membawa Persib juara di Liga 1 Putri,” tutur pemain yang juga memiliki hobi kulineran tersebut.

Tapi sama seperti wanita pada umumnya, Uyung pun gemar juga mempercatik diri. Meski hal yang dimaksud bukan bersolek, tapi pemiliki jersey bernomor punggung 9 di Persib ini rajin merawat wajahnya agar tetap cantik.

“Saya sama seperti yang lain, sampai sekarang saya masih senang merawat diri, misal maskeran dan luluran. Kalau dandan kurang jago, cuma bisa dandan biasa aja. Masak juga nggak jago gitu, masak-masak yang standar saja,” tambahnya.

Uyung. (Instagram)

Dalam kariernya, Uyung mengagumi sosok Raden Ajeng (RA) Kartini yang merupakan pahlawan bagi emansipasi wanita di Indonesia. Menurutnya, jika tidak ada sosok seperti wanita kelahiran Jepara itu, mungkin tidak ada wanita yang bermain sepak bola saat ini.

Selain itu sosok Kartini juga menjadi inspiarasi bagi para wanita yang ada di Indonesia. Karena perjuangannya membela hak-hak wanita, sangat penting.

“Sosok wanita indonesia yang berhasil memperjuangkan hak-hak wanita di Indonesia. Berkat dia juga kami wanita sekarang bisa mengejar mimpi-mimpi kami, salah satunya mimpi untuk menjadi atlet dan bermain sepak bola,” tutup Uyung.