BolaSkor.com - Sangat mendadak dan keputusan yang diambil dalam kondisi terjepit. Itulah anggapan yang muncul saat Mercedes memilih Valtteri Bottas sebagai pengganti Nico Rosberg penghujung Formula 1 (F1) 2016.

Mendadak, karena Rosberg memang memutuskan pensiun hanya beberapa hari setelah ia memastikan titel juara dunia. Kala itu, semua pembalap top sudah terikat kontrak dengan tim.

Baca Juga:

Misteri Lomba Berdarah di San Marino 1994: Wafatnya Dua Pembalap dalam Satu Lomba

Lewis Hamilton Ternyata Motivasi Valtteri Bottas untuk Terus Meningkatkan Performa

Hamilton dan Bottas
Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas (Mercedes)

Oleh karena itulah, Mercedes memilih merekrut Valtteri Bottas dari Williams. Sejatinya performa Bottas bersama Williams cukup menjanjikan. Dia mampu mengantarkan tim papan tengah ini naik podium sebanyak sembilan kali.

Tapi tetap saja, tahun 2016 lalu, sosok Bottas dianggap tidak layak menggantikan Rosberg apalagi harus head to head melawan pembalap hebat seperti Lewis Hamilton.

Anggapan di atas sempat terlihat terbukti di F1 2017 dan 2018. Musim 2017, ia memang menang lomba tiga kali, tapi ia gagal memberikan perlawanan ketat kepada Hamilton yang kembali juara dunia.

Tahun lalu, lebih buruk lagi. Bottas bahkan tidak merasakan kemenangan saat rekan setimnya begitu dominan dengan mengecap sebelas kemenangan. Rumor pun mulai beredar, Mercedes bakal mendepak pembalap asal Finlandia itu andai kembali gagal bersinar musim 2019.

Namun Bottas bereaksi dengan tepat. Empat lomba pertama F1 2019, ia sudah menang lomba dua kali dan dua kali naik podium kedua. Kini menuju lomba putaran kelima di Sirkuit Katalunya, Barcelona, akhir pekan ini, ia sedang memimpin klasemen lewat keunggulan satu poin dari Hamilton.

Ya, Bottas telah memperlihatkan sudah siap menjadi rival terberat Hamilton untuk mempertahankan titel juara dunia. Sebaliknya buat Hamilton, performa apik rekan setimnya di awal musim, merupakan alarm pengingat buatnya.

(Klik Halaman Berikutnya)