BolaSkor.com - Untuk kali pertama dalam sejarah sepak bola Eropa VAR (Video Asisten Wasit) diterapkan di 16 besar Liga Champions. Pro-kontra mengiringinya. Seperti kala Real Madrid menang 2-1 melawan Ajax Amsterdam di Johan Cruyff Arena, Kamis (14/2) dini hari WIB.

Semua penonton dan fans yang menyaksikan pertandingan itu sepakat Ajax bermain lebih baik dari Madrid. Matthjis de Ligt dkk intens melakukan tekanan dan mencuri bola dari kaki pemain Madrid, melancarkan serangan, memainkan satu-dua sentuhan, dan mendribel bola dengan kualitas individu mereka.

Enerji para pemain muda berkualitas yang dimiliki tim asuhan Erik ten Hag memukau fans yang menyaksikan laga itu. Sayang, kurangnya efisiensi bermain dibayar mahal via gol Karim Benzema dan Marco Asensio di babak kedua, yang dibalas gol Hakim Ziyech.

Baca Juga:

Ajax 1-2 Real Madrid: Sang Raja Liga Champions Masih Perkasa

Ajax Vs Real Madrid, Sejarah 24 Tahun Berpihak kepada Los Blancos

Andai Cetak Gol Vs Ajax, Ayah Izinkan Vinicius Bikin Tato Baru

Ajax pantas mencetak lebih dari satu gol di laga itu, setidaknya mereka punya banyak peluang di babak pertama. Tapi, VAR dinilai lebih menguntungkan El Real karena ada tiga momen yang tidak berpihak kepada tuan rumah.

Satu, ketika Dusan Tadic seharusnya onside ketika menerima bola di sisi kiri serangan Madrid, lalu yang kedua ketika gol Nicolas Tagliafico dianulir wasit, dan yang terakhir kala Lucas Vazquez mendorong jatuh Frenkie de Jong.

Dusan Tadic onside ketika menerima bola

Di antara ketiganya, gol yang dianulir itu cukup kontroversial, sebab Tagliafico menanduk bola rebound yang gagal ditangkap sempurna oleh Thibaut Courtois. Tapi wasit menyatakan adanya pelanggaran karena Tadic menghalangi kiper dan dalam posisi offside, meski tidak aktif menyambut bola.

Tayangan ulang VAR gol Ajax yang dianulir wasit

Ten Hag pertama menyoroti kerja keras pemain Ajax dan kurang efisiennya mereka kala melawan juara bertahan Liga Champions tiga kali beruntun.

"Saya telah melihat tim Ajax yang sempurna melawan lawan berkelas dunia dan salah satu yang terbaik di Eropa, Real Madrid. Saya pikir di sebagian besar bagian laga kami mendominasi laga dan menciptakan beberapa peluang besar," tutur Ten Hag di Goal.

"Kami menciptakan peluang demi peluang di level tertinggi Eropa melawan tim kelas dunia. Satu-satunya poin dari kritikan adalah kurangnya efisiensi kami. Kami seharusnya bisa tampil lebih baik lagi dan kemudian mencetak satu gol lebih."

"Jika Anda melakukan kesalahan kecil melawan tim seperti Real Madrid yang tidak mengenal kata ampun, mereka akan menghukum Anda. Itulah kasusnya hari ini," tegas Ten Hag.

Pada akhirnya, mantan pelatih Utrecht itu menyayangkan gol Tagliafico yang dianulir wasit setelah melihat VAR. Andai gol itu tetap bertahan, Ajax tentunya akan membawa modal berharga untuk dimainkan di leg kedua yang berlangsung di Santiago Bernabeu.

"Dan kemudian pada momen VAR, yang bisa menjadi tahapan sangat krusial di kompetisi, gol dianulir. Sangat disayangkan gol itu tidak bertahan. Tapi seluruh pujian untuk tim saya. Mereka mengikuti rencana dan bermain dengan semangat bagus," pungkas Ten Hag.