BolaSkor.com - Pandemi virus corona yang melanda dunia sejak Maret lalu belum juga usai. Berbagai sektor kehidupan ikut terkena dampak dari permasalahan ini tak terkecuali sepak bola.

Sebagian besar kalender sepak bola dunia terganggu karena pandemi ini. Beberapa event bahkan harus dibatalkan.

Sepak bola Eropa yang terkenal rapi dalam penyusunan jadwal juga ikut menjadi korban. UEFA sebagai induk federasi menunda pelaksanaan Piala Eropa 2020 dan beberapa turnamen lain.

Baca Juga:

Tanpa Penonton di Stadion, Klub Premier League Terancam Rugi Rp13,3 Triliun

Presiden FIGC Bahas Aturan Pergantian Pemain di Serie A 2020-2021

Thomas Tuchel Pasrah PSG Awali Ligue 1 Tanpa 7 Pemain Kunci

Liga-liga elite Eropa juga sempat tertunda sejak Maret lalu. Beruntung sebagian besar kompetisi musim 2019-2020 mampu diselesaikan meski harus digelar secara tertutup dengan protokol kesehatan yang ketat.

Menatap musim 2020-2021, dampak yang disebabkan virus corona justru semakin besar. Banyak pemain yang terinfeksi virus tersebut saat kompetisi sudah di depan mata.

Wabah virus corona awalnya menyerang klub-klub Premier League. sebanyak 14 pemain dari 12 klub dinyatakan positif jelang melakoni latihan pramusim.

Menariknya, pemain berlabel bintang turut menjadi korban. Salah satunya adalah Paul Pogba.

Terinfeksi virus corona membuat Pogba harus menjalani isolasi mandiri. Padahal Manchester United tengah memulai masa pramusim.

Chelsea, Manchester City, dan Tottenham Hotspur juga menghadapi masalah serupa. Sejumlah pemain dari tiga klub tersebut juga positif virus corona.

Hal tak jauh berbeda juga terjadi di Spanyol dan Italia. Banyak pemain dari LalIga dan Serie A yang juga positif mengidap virus corona.

Mayoritas pemain terinfeksi virus corona saat menikmati liburan. Hal ini menjadi wajar karena mereka berinteraksi dengan banyak orang.

Tren yang cukup berbahaya ini harusnya membuat setiap klub meningkatkan kewaspadaan. Virus corona bisa merusak rencana dan target mereka.

Contoh paling nyata dirasakan Paris Saint-Germain. Raksasa Prancis itu harus kehilangan tujuh pemain kuncinya karena positif virus corona.

Akibatnya, PSG tampil dengan skuat seadanya kala melakoni laga perdana Ligue 1 2020-2021, Jumat (11/9) dini hari WIB. Hasilnya bisa ditebak, Les Parisiens takluk dengan skor 0-1.

Beruntung permasalahan yang menimpa PSG terjadi di awal musim. Bisa dibayangkan jika hal seperti ini terjadi saat persaingan menuju tangga juara tengah mencapai puncaknya.

Kasus yang menimpa PSG tentu menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub lain. Selain memperketat protokol kesehatan, setiap tim kini juga ditantang membangun skuat yang merata.

Jadi andai di pertengahan musim virus corona menyerang sebuah klub, performa tim tak terlalu berpengaruh. Mereka punya pemain pelapis dengan kualitas tak jauh berbeda dengan skuat inti.

Sisi positifnya, persaingan di musim 2020-2021 bisa lebih sulit diprediksi. Situasi ini tentu sangat menarik untuk para penonton.

Kini peluang suatu klub tidak hanya dihitung dari hal-hal berbau teknis. Sisi non teknis seperti virus corona bisa menjadi faktor X yang berpeluang mengubah peta persaingan.