BolaSkor.com - Manajer Liverpool Jurgen Klopp menilai isu soal virus corona mengganggu persiapan timnya kala melawan Atletico Madrid di leg dua 16 besar Liga Champions. Virus bernama Covid-19 benar-benar menganggu pemikiran pemain kala itu.

Perjalanan Liverpool sebagai juara bertahan Liga Champions berakhir prematur di 16 besar musim ini. Kalah 0-1 di leg pertama, The Reds juga menelan kekalahan dengan skor 2-3 ketika melawan Atletico di Anfield pada 12 Maret lalu.

Ketika laga itu dimainkan berita mewabahnya virus corona telah menyebar di dunia, namun situasinya belum separah saat ini dan negara-negara belum melakukan lockdown - liga juga belum ditunda. Hal itu dinilai Klopp menganggu persiapan timnya.

Baca Juga:

Cara Liga Belarusia Tetap Eksis di Tengah Pandemi Virus Corona

Peter Krawietz, Mata Elang Kepercayaan Jurgen Klopp

Duel yang Singkirkan Liverpool dari Liga Champions Berandil Sebarkan Virus Corona

Jurgen Klopp

"Itu (kontra Atletico) dua pekan lalu, tapi rasanya sudah lama kami bermain melawan Atletico," ujar Jurgen Klopp dikutip dari Goal.

"Saya ingat bahwa kita semua tahu tentang situasi dengan virus corona di seluruh dunia tetapi kita masih 'Di terowongan kami (zona aman)', jika Anda mau, dan sampai saat itu tidak benar-benar tiba di pikiran kita di Inggris."

"Kami memainkan pertandingan Bournemouth pada hari Sabtu, kami menang, dan Minggu melawan (Manchester) City kalah, jadi informasi bagi kami adalah 'dua kemenangan lagi (menuju titel Premier League)'."

“Tetapi kemudian pada Senin pagi, saya bangun dan mendengar tentang situasi di Madrid, bahwa mereka akan menutup sekolah dan universitas mulai hari Rabu, jadi sungguh aneh mempersiapkan pertandingan itu, jujur saja."

"Saya biasanya tidak kesulitan (menangani) dengan hal-hal di sekitar saya. Saya dapat membangun penghalang ke kanan dan kiri ketika saya mempersiapkan permainan, tetapi pada saat itu sangat sulit," terang dia.

Menurut data dari WHO pada Sabtu (28/03) Inggris memiliki 5.687 kasus corona dan 281 korban meninggal dunia. Premier League ditunda dan terhenti di pekan 29. Liverpool hanya butuh dua kemenangan lagi untuk meraih titel liga pertama sejak 1990.