BolaSkor.com - Sepak bola sudah jadi olah raga yang general. Bukan para lelaki saja yang menggilai. Kaum hawa pun kini mulai masuk di berbagai sektor yang berkaitan dengan sepak bola.

Di Indonesia, sosok Ratu Tisha Destria tak bisa dilepaskan. Dia wanita pertama yang menjadi Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI. Lalu ada Esti Puji Lestari yang menjadi bos klub legendaris Jawa Tengah, Persijap Jepara.

Dari tribun suporter, sosok wanita juga tak bisa dilepaskan. Suporter asal Solo, Pasoepati menjadi salah satu yang mendapat sentuhan magis para wanita. Vivi Anjani, wanita cantik kelahiran 14 Juni 1996 ini jadi komando ribuan suporter Pasoepati memberikan dukungan pada klub Persis Solo.

Dalam sejarah Pasoepati, dia merupakan wanita pertama yang menjadi dirijen. Tentu bukan hal mudah untuk berdiri dihadapan ribuan lelaki. Apalagi dialah yang menentukan lagu apa yang dinyanyikan, gerakan apa yang dilakukan hingga jadi pembakar semangat saat para suporter mulai loyo.

Vivi pun berbagi kisah tentang bagaimana dia bisa menjadi dirijen Pasoepati. Ternyata, sosok dirijen legenda Pasoepati, Maryadi Gondrong tak bisa dilepaskan. Dialah yang mengajak Vivi untuk berada di stagger tribun selatan mulai musim kompetisi 2013 lalu.

"Dulu diajari mas Gondrong bagaimana jadi dirijen. Awalnya sempat canggung. Kan kita harus mengarahkan ribuan orang bernyanyi. Tapi seiring berjalannya waktu, serta dukungan dari teman-teman Pasoepati, akhirnya sekarang sudah percaya diri," terang Vivi kepada Bolaskor.com.

Pasoepati dalam mendukung Persis Solo. (BolaSkor.com/Al Khairan Ramadhan)

Aktivitasnya di dunia suporter bukan tak mendapat perhatian dari keluarga. Orang tuanya pun sempat menanyakan kegiatan Vivi yang selalu hadir di stadion. Akhirnya, Vivi pun mengajak orang tuanya untuk hadir menyaksikan Persis Solo bertanding di Stadion Manahan Solo.

"Setelah saya ajak ke stadion, orang tua bisa mengerti kegiatannya apa. Sampai sekarang tetap didukung," tuturnya.

Vivi bukan sosok dirijen yang hanya ada di kandang saja. Dia juga ikut rombongan Pasoepati saat Persis Solo bertanding di luar kandang. Deretan pengalaman menyenangkan, pengalaman pahit pun dialami.

Dia juga pernah berada dalam bus yang diserang oknum suporter lain saat perjalanan pulang dari Cilacap menuju Solo, melewati wilayah Yogyakarta. Kaca bus pecah terkena lemparan batu. Namun pengalaman itu tak membuat Vivi kapok untuk awaydays.

"Paling diingat ya saat pulang dari Cilacap. Sebenarnya sudah diingatkan untuk tidak lewat Jogja. Tapi karena teman-teman keburu untuk kerja, sehingga cari jalur tercepat, terpaksa lewat Jogja. Akhirnya ada lemparan itu. Tapi sampai sekarang tidak kapok jadi suporter," tuturnya.

Vivi bukan saja berfokus sebagai dirijen. Dia juga terus mengajak para wanita untuk tergabung dalam Srikandi Pasoepati. Kini, ada ratusan wanita yang menjadi bagian dari Srikandi Pasoepati. Vivi pun kini menjadi pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pasoepati dalam bagian peranan wanita. (Laporan Kontributor Al Khairan Ramadhan/Solo)