Turin - Antonio Conte ternyata memendam ketertarikan terhadap gelandang Tottenham Hotspur asal Argentina Erik Lamela. Lamela yang datang ke London awal musim lalu tidak mendapatkan tempat setelah kalah bersaing di tim utama Spurs. Kesempatan ini ingin dimanfaatkan Conte untuk mendatangkannya kembali ke Italia dengan menukarnya dengan striker Mirko Vucinic. Lamela didatangkan Spurs dengan banderol yang tidak murah, Spurs harus membayar 30 juta Euro untuk mendapatkan tanda tangannya awal musim ini. Namun, tidak seperti yang dibayangkan Lamela kerap hanya menjadi pemain pengganti dan tidak berkembang permainannya. Nasib Lamela semakin tak jelas saat terjadi pemecatan pelatih lama Spurs Andre Villas-Boas dan digantikan oleh Tim Sherwood. Pemain kelahiran Buenos Aires, 9 Maret 1992 tersebut baru 6 bulan membela The Lily Whites. Lamela kalah bersaing dengan Mousa Dembele, Andros Towsend, Christian Eriksen dan Nacer Chadli untuk mengisi lini tengah Spurs. Di Liga Inggris ia baru memperkuat Spurs sebanyak 9 kali tanpa satu gol pun. Hal ini tentu membuatnya sedikit putus asa, Juventus dengan sigap justru memanfaatkan kesempatan tersebut. Semasa masih berseragam AS Roma, Lamela menjadi seorang pemain muda yang tampil cukup impresif. Musim 2012-2013 ia bermain di 33 laga Serie A dan 2 laga di Coppa Italia, ia juga berhasil mencetak total 15 gol musim lalu. Juve dikabarkan bersedia menebus Lamela dengan dana sebesar 30 juta Poundsterling atau sekitar 600 milyar Rupiah, plus Mirko Vucinic sebagai pengganti Lamela. Meski diimingi dana besar plus penyerang Mirko Vucinic nampaknya Spurs enggan melepas pemain mudanya tersebut. Keengganan Spurs cukup beralasan lantaran anak asuh Tim Sherwood akan kehilangan Jermain Defore yang akan hijrah ke klub Kanada Toronto FC. "Erik tidak bahagia dan ingin kembali ke Italia. Dia dikaitkan dengan Lazio, tapi saya tidak tahu tentang hal ini,’’ ujar Jose ayah Lamela seperti dikutip dari Mirror