BolaSkor.com - Mayoritas klub Liga 2 menginginkan kompetisi musim 2020 disetop. Hal ini seperti disampaikan oleh Sekretaris Tim Cilegon United, Henri Arifianto.

Hal ini disampaikan setelah klub Liga 2 menggelar pertemuan virtual dengan PSSI. Pertemuan ini diselenggarakan untuk mengetahui keinginan klub terhadap kelanjutan kompetisi.

"Mayoritas setop. Ada juga yang ingin lanjut dengan syarat seperti PSIM. Sulut lainnya, hampir keseluruhan setop," kata Henri Arifianto.

Henri Arifianto juga menjelaskan beberapa hal yang diusulkan dalam rapat. Salah satunya tidak diberlakukannya promosi dan degradasi jika kompetisi dilanjutkan.

Baca Juga:

Pelatih Persik Joko Susilo: Terpenting Sepak Bola Terus Berjalan

LIB Siapkan Tiga Opsi tentang Nasib Liga 1 2020, Musim Baru Jadi Prioritas

"Jadi ada masukan juga, kalau memang lanjut tidak ada promosi dan degradasi atau ada turnamen pun sifatnya tidak wajib. Sama kalau memang ada, usulan dari klub subsidi tahap selanjutnya tetap bisa dicairkan," tambahnya.

Adapun Cilegon United dijelaskannya mengusung tiga poin. "Pertama mengingat semakin meningkatnya paparan COVID-19, saat ini hampir mendekati 25 ribu."

"Kedua yang saya sampaikan, penonton atau suporter meski ditahan untuk tidak datang pasti akan tetap datang. Kesimpulan dari poin-poin tersebut, Cilegon United meyarankan agar kompetisi dihentikan atau setop untuk menjunjung tinggi keselamatan dan kesehatan pemain, pelatih, dan masyarakat sekita. Karena akan tidak terkontrol apabila kompetisi tetap berjalan."

Cilegon United hanya tinggal menunggu. "PSSI dan LIB akan rapat menentukan keputusan lewat rapat Exco. Dan berkoordinasi dengan pemerintah."

PSSI telah estafet mengadakan pertemuan. Usai bertemu secara virtual dengan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) dan Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI), PSSI mengadakan rapat dengan klub-klub Liga 1.

Mayoritas klub Liga 1 meminta kompetisi dihentikan. Di antaranya turut mengusulkan adanya pengganti dengan format baru, termasuk turnamen. (Laporan Reporter Hadi Febriansyah)