BolaSkor.com - Sekretaris Jenderal PP PBSI, Muhamad Fadil Imran, menyebut simulasi Olimpiade yang digelar di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur pada 16-17 Juni 2021 harus dijadikan sebagai ajang evaluasi. Dia melihat banyak pebulu tangkis yang masih perlu mengasah kemampuannya.

Wajar saja, pada simulasi Olimpiade tersebut beberapa pebulu tangkis yang akan mewakili Indonesia justru mengalami kekalahan dari rekan sepelatihan mereka di pelatnas. Tentunya ini menjadi hal yang cukup mengejutkan.

Di antaranya seperti Anthony Sinisuka Ginting. Pebulu tangkis sektor tunggal putra ini berhasil ditaklukan oleh Shesar Hiren Rhustavito dengan skor 21-13, 19-21, 7-21.

Kemudian pebulu tangkis sektor tunggal putri, Gregoria Mariska Tanjung mampu ditundukkan Ester Nurumi Tri Wardoyo dengan skor 12-21, 21,13, 11-21. Lalu Ganda Campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti mampu ditaklukan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas melalui dua gim langsung dengan skor 23-25, 13-21.

Baca Juga:

Kevin/Marcus Jaga Hati Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Gregoria Mariska Masih Terbebani Target

Terakhir di sektor ganda putra, Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan dikalahkan oleh Muhammad Rian Ardianto/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani dengan skor 21-23, 21-13, 21-16.

Memang kekalahan yang dialami para pemain tersebut tidaklah menjadi soal karena ajang ini hanya sebagai simulasi Olimpiade. Namun, Fadil tetap ingin para pemain ini dievaluasi agar lebih siap menghadapi Olimpiade Tokyo 2020.

“Justru dari hasil simulasi ini para pelatih bisa melakukan evaluasi dan koreksi untuk melihat faktor-faktor apa yang masih kurang dan yang membuat pemain Olimpiade malah kalah di simulasi ini. Di waktu yang tersisa, pelatih bisa memoles agar pemain bisa lebih siap lagi,” ucap Fadil dikutip dari badminton Indonesia.org.

Penulis: Bintang Rahmat