BolaSkor.com - Liverpool resmi menjadi juara Premier League 2019-20. Perolehan poin The Reds tak lagi dapat dikejar Manchester City setelah mereka kalah 1-2 dari Chelsea dan keduanya kini terpaut 23 poin. Pada sisa tujuh laga terakhir City tak bisa lagi menyalip Liverpool.

Titel itu bermakna spesial bagi Liverpool yang terakhir meraihnya pada 1990 atau 30 tahun lalu. Ucapan selamat datang dari berbagai pihak, tak terkecuali dari tim rival bebuyutan Manchester United yang diwakili oleh Ole Gunnar Solskjaer.

Manajer Red Devils itu menuturkan ucapan selamat kepada Liverpool yang dibarengi rasa sakit hati. Sebagai legenda United yang sudah meraih enam titel Premier League dan menikmati era kejayaan United di bawah arahan Sir Alex Ferguson, Solskjaer tahu bagaimana sakitnya melihat rival bebuyutan memenangi titel Premier League.

Baca Juga:

7 Pertandingan Kunci Liverpool Merajai Premier League 2019-2020

8 Fakta Mengesankan Usai Liverpool Menyegel Gelar Premier League: Akhir Penantian Panjang

5 Langkah Krusial Jurgen Klopp untuk Persembahkan Trofi Premier League untuk Liverpool

Liverpool juara Premier League (BolaSkor.com)

"Pertama-tama, tim mana pun yang memenangkan liga dan Premier League layak mendapatkannya dan mereka layak mendapatkan pujian, itu adalah liga yang sulit untuk dimenangkan," tutur Solskjaer dikutip dari TeamTalk.

"Jadi selamat untuk Jurgen (Klopp) dan para pemainnya. Setiap kali Anda melihat orang lain mengangkat trofi, itu menyakitkan."

"Saya rasa itulah perasaan semua orang yang terkait dengan Manchester United - semua pemain kami, staf pendukung - kami ingin kembali ke jalur kemenangan dan itulah tantangan kami," tegas manajer asal Norwegia itu.

Solskjaer tak mau membandingkan jarak dari level bermain Man United dan Liverpool saat ini. Dia lebih memilih berusaha mencari cara agar klub menemukan konsistensi dan efisiensi bermain untuk tampil baik di tiap laga.

"Saya tidak berpikir sudah waktunya untuk mengatakan seberapa jauh Anda tertinggal (dari Liverpool)," tambah Solskjaer.

“Kami berada dalam posisi sekarang saat kami harus berkembang. Satu, kami harus masuk ke (zona) Liga Champions, lebih tinggi di liga dan, mulai menantang untuk trofi."

"Konsistensi dan efisiensi itu merupakan tantangan bagi kami juga. Dalam performa terbaik kami yang teraik, harus melakukan itu di setiap laga, lakukan lagi dan lagi," pungkas Solskjaer.