BolaSkor.com - Timnas Indonesia memasuki era baru di bawah arahan Simon McMenemy. Deretan pemain berprospek cerah dipanggil, untuk mengusung skema permainan dalam filosofi sepak bola yang menjadi pakemnya.

Namun, tak semua pemain nasional terbaik ikut terlibat di dalamnya. Salah satunya adalah Bayu Pradana, gelandang 27 tahun yang saat ini merumput bersama Barito Putera, setelah melalui tiga musim di Mitra Kukar.

Pemain kelahiran Salatiga, Jawa Tengah itu tidak masuk ke skuat Timnas Senior yang menjalani pemusatan latihan di Australia dan Bali. Padahal, Bayu selalu konsisten mengisi skuat timnas dalam dua tahun terakhir sejak dipanggil Alfred Riedl di tahun 2016 lalu.

BolaSkor.com berkempatan mewawancarai Bayu Pradana terkait hal itu, di tengah kesibukannya bertempur di Piala Presiden Grup E Malang. Apa yang disampaikan Bayu Pradana?

Bagaimana perasaan Anda ketika tidak ikut dipanggil tim nasional?

Tidak masalah. Kita harus tetap mendukung Timnas, mau dipanggil atau tidak.

Padahal, Anda konsisten mengisi skuat timnas dalam dua tahun terakhir sejak tahun 2016 lalu?

Ya, tidak apa-apa. Harus tetap memberikan respek kepada timnas, siapa pun pelatih atau pemainnya.

Baca Juga:

Sebelumnya Digantikan Febri Hariyadi, Riko Simanjuntak akan Tetap ke Timnas

Eksperimen McMenemy Bikin Timnas Indonesia Bungkam Perth Glory

Tapi, apakah keinginan seorang Bayu Pradana untuk kembali ke Timnas masih tetap ada?

Semua pemain pastinya ingin masuk tim nasional. Yang terpenting, bagaimana penampilan di klub. Kalau memang rejeki, ya pasti nanti dipanggil lagi.

Kalau melihat komposisi di lini tengah Timnas sekarang? Ada rekan setim Anda, Evan Dimas dan sejumlah pemain muda lainnya?

Memang banyak yang berubah, juga masih ada beberapa pemain lama atau pun baru. Saya tetap respek dan mendukung saja.

Sepanjang masa bakti Anda di timnas senior, masih saja belum bisa mencapai juara di tingkat Asia Tenggara (prestasi tertinggi adalah runner-up di Piala AFF 2016). Apa yang menjadi kendalanya?

Saat pikir, lawan-lawannya yang lebih siap. Faktor mental juga sedikit berpengaruh juga.

Contohnya seperti saat melawan negara mana?

Seperti saat melawan Thailand. Sebelum bertanding, mungkin (sudah membayangkan predikat Thailand sebagai negara tradisi juara) itu.

Apakah pola pikir itu masih akan terjadi di skuat timnas besutan Simon McMenemy sekarang?

Tidak. Saya yakin, pemain yang ada sekarang tidak mengalami hal itu dan lebih siap lagi. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)