BolaSkor.com - Mundurnya Ratu Tisha Destria dari kursi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI mengguncang sepak bola nasional. Sejak 2017, banyak terobosan yang dibuat untuk mengubah wajah federasi.

Tentu saja yang paling membanggakan adalah penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Ratu Tisha dan timnya, berhasil meyakinkan petinggi FIFA untuk memberikan kesempatan langka ini.

Hengkangnya Ratu Tisha dari PSSI menimbulkan banyak spekulasi terkait penggantinya. Mulai dari Tommy Welly, Ahmad Syauqi Suratno, hingga Annisa Zhafarina Qosasi dikabarkan masuk dalam bursa sekjen PSSI selanjutnya.

Bolaskor.com berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Annisa atas mundurnya Ratu Tisha. Isu yang berkembang yang menyebutkan dirinya masuk bursa sekjen PSSI hingga pandangannya bila ditunjuk menjadi suksesor Ratu Tisha.

Baca Juga:

Jabatan Ratu Tisha di AFF dan AFC Tetap Aman meski Mundur dari Sekjen PSSI

Mundurnya Ratu Tisha Tak Pengaruhi Kinerja PSSI

Ada yang menyebut, Annisa layak mengisi kursi sekjen PSSI. Bagaimana pendapat Anda?

Kalau saya sebenarnya untuk sekarang masih banyak harus belajar di dunia sepak bola. Secara profesional saya baru dari tahun 2018, jadi baru sekitar dua tahun saja. Walaupun berkecimpungnya sudah jauh sejak kecil tapi saya belum terlalu masuk di dalamnya. Dan sekarang saya masih ambil pelatihan yang UEFA itu dan masih S2 juga. Jadi masih banyak yang harus dipelajari. Tapi kalau memang pada akhirnya dibilang sesuai atau cocok, insha Allah saya siap-siap saja.

Apa Annisa sempat ngobrol sama Bapak (Achsanul Qosasi) saat Ratu Tisha mundur? Apakah bapak tahu kalau ada yang mengusulkan nama Annisa?

Saya gak tahu, tiba-tiba dihubungi (kalau masuk bursa sekjen PSSI), saya juga kaget. Kalau waktu mbak Ratu Tisha mundur, saya pernah calling papa kenapa dia mundur. Papa sebetulnya bilangnya balik lagi ke Annisa, terserah siap atau enggak atau bagaimana. Papa enggak ikut campur sama sekali. Mungkin bagus buat saya tapi tanggung jawabnya banyak sementara saya masih muda.

Beberapa kali satu frame dengan Ratu Tisha, bagaimana pendapat Anda tentang dia?

Yang jelas pintar banget. Dia sudah matang dan profesional di bidangnya, apalagi mengambil S2 FIFA juga. Pasti mbak Tisha sudah tahu banyaklah tentang persepakbolaan Indonesia dengan praktis dan teori-teorinya juga. Pembawaannya dia kalau menjelaskan sesuatu itu, juga sangat enak. Memperlihatkan kalau dia juga berpendidikan, kalau sampai dia keluar dari PSSI gimana ya? Menyayangkan.

Kalau menurut Annisa, kriteria pengganti Ratu Tisha itu harus yang seperti apa?

Menurut saya, pasti sudah yang harus berpengalaman di sepak bola karena sekjen kan frontliner di PSSI. Selain harus berpengalaman, juga harus punya relationship yang baik. Bisa menjaga hubungan-hubungan eksternal yang sudah ada dan juga harus bisa melanjutkan pekerjaannya. Itu yang paling penting karena kan ada World Cup U-20 tahun depan. Itu paling berat.

Baca Juga:

Asprov PSSI Bali Puji Kinerja Ratu Tisha Destria

Anggota Exco PSSI Belum Sahkan Mundurnya Ratu Tisha

Menurutmu apa tantangan terbesar seandainya kamu benar-benar ditunjuk sebagai Sekjen PSSI?

Tantangannya banyak mungkin semua hal karena tanggung jawab sekjen itu besar. Selain itu posisinya strategis, dia juga harus melanjutkan hubungan-hubungan eksternal yang sudah terjalin. Kalau dari saya pribadi yang masih baru, hubungan-hubungan itu sendiri saya masih belum punya banyak koneksinya. Hubungan-hubungan itu yang harus aku mulai dari awal dan lagipula pekerjaannya sendiri juga saya belum terlalu tahu. Sebetulnya tugas sekjen PSSI apa saja. Itu tantangannya kalau dari saya pribadi. Tapi kalau untuk sekjen itu sendiri, bebannya juga banyak untuk memuaskan masyarakat Indonesia dan itu sepertinya susah. Apalagi dengan kondisi persepakbolaan yang sekarang, jadwal saja kadang masih repot dan sementara saya juga mengerti dari sisi PSSI juga harus ada pertimbangan dari sponsor sudah siap atau belum dan lain-lainnya. Menyeimbangkan antara eksternal dan kebutuhan internal salah satu yang paling susah. Sementara sekjen ladalah orang yang harus mengkomunikasikan itu terhadap publik. Itu yang berat.

Bagaimana dengan Certificate Football Management yang diambil Annisa di Eropa?

Harusnya sudah selesai Mei, tapi karena Corona ujiannya harus diundur. Soalnya enggak bisa travel ke Swiss untuk ujian. Jadi diundur September, tapi itu juga masih sementara, menunggu kondisi (pandemi) dulu. (Laporan Kontributor Bima Pamungkas/Madura)