BolaSkor.com - Timnas Indonesia memang tidak pernah kehabisan gelandang hebat. Mulai dari era Ronny Pattinasarany, Fakhri Husaini, Bima Sakti, Ponaryo Astaman, sampai dengan era Evan Dimas yang pernah berhasil membawa Timnas Indonesia U-19 juara di Piala AFF U-19.

Kini Timnas Indonesia kembali memiliki gelandang yang memiliki visi bermain yang sangat baik, dia adalah David Maulana. Pemain asal Medan ini mampu memikat hati Fakhri Husaini yang dulu menjadi pelatih Timnas Indonesia U-16.

Penampilannya bersama tim Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) Sumatera Utara membuat David mampu bermain untuk Timnas Indonesia U-16. Saat itu Fakhri menilai David memiliki tingkat kedewasaan yang tinggi dalam bermain, meskipun umurnya baru 15 tahun.

Baca Juga:

Kalah dari Bosnia Herzegovina, Shin Tae-yong Akui Timnas Indonesia U-19 Masih Banyak PR

Timnas Indonesia U-19 Kalah 0-1 dari Bosnia Herzegovina

Prestasi pun banyak dihasilkan dari anak kelahiran Sei Rotan tersebut. BolaSkor.com pun mendapatkan kesempatan untuk menggali informasi lebih dalam tentang sosok David, berikut wawancaranya:

1. Siapa yang berperan sangat besar dalam karier David?

Selama ini pasti yang sangat mendukung saya adalah kedua orang tua (Ngadiran Prayetno dan Tukini) dan keluarga. Support dan doa mereka sangat berarti bagi saya. Saya selalu bisa bersemangat bermain karena mereka.

2. David kamu menjadi kapten Timnas Indonesia U-19, siapa sosok yang menginspirasi kamu?

Kalau di luar negeri ada Makoto Hasebe. Dia pemain timnas Jepang yang bermain di Eintracht Frankfurt. Dia bukan hanya peduli sama sepak bola saja, tetapi juga kehidupan sosial. Dia selalu membantu bagi yang membutuhkan.

Kalau dalam negeri sosok Fakhri Husaini. Dia lugas dan tegas, serta jiwa kepemimpinannya yang sangat bagus di dalam dan luar lapangan. Saya pernah merasakannya (ketika melatih saya).

Makoto Hasebe. (Zimbio)

3. David paling nyaman sama siapa main di tengah?

Saya nyaman bermain dengan siapa saja baik itu Brylian (Aldama) atau yang lain. Tapi saya seringnya memang diduetkan dengan Bry.

4. Pengalaman apa yang didapat David selama program Garuda Select I dan II?

Banyak pelajaran yang saya dapat ketika mengikuti program Garuda Select itu. Tapi yang paling membekas soal kedisiplinan serta rasa tanggung jawab. Lalu ada peningkatan fisik, pengetahuan gizi atlet, hingga taktikal.

5. Bagaimana sosok Shin Tae-yong di mata David?

Sosok yang sangat disiplin dalam melatih dan beliau mengajarkan kepada kita untuk harus selalu kerja keras secara maksimal.

Shin Tae-yong. (PSSI)

6. Ada kesulitan dalam adaptasi dengan Shin Tae-yong?

Sepertinya hampir tidak ada. Semua dilakukan dengan penuh rasa kerja keras dan tanggung jawab.

7. David main sering dengan formasi 4-3-3, saat ini seringnya memainkan formasi 4-4-2, ada perbedaan?

Jelas ada perbedaan, kalau 4-4-2 kita memainkan fisik yang kuat dengan direct football dan high pressing. Namun kita harus cepat adaptasi dengan kemauan pelatih.

8. Momen paling berkesan David?

Momen paling berkesan ya tentu saja juara Piala AFF U-16 2018 bersama Timnas Indonesia U-16 di Sidoarjo. Saya rasa momen itu sangat luar biasa, menjadi gelar perdana paling bergengsi bagi saya.

Timnas Indonesia U-16 Juara Piala AFF U-16 (PSSI)

9. Harapannya pada TC Timnas Indonesia U-19 di Kroasia?

Semoga kami bisa berkembang lebih jauh lagi dan bisa memenuhi harapan masyarakat Indonesia. Tentu saja menggampai mimpi meraih hasil terbaik pada gelaran Piala Dunia U-20 2021.

10. David mau main di klub mana saja nanti?

Kalau saya di mana saja yang penting harus menunjukkan permainan yang maksimal. Jika boleh memilih, saya ingin main di Eropa, khususnya Inggris. Saya sudah akrab dengan kultur sepak bola di sana.