BolaSkor.com - Prestasi Elie Aiboy ketika menjadi pemain sudah terbukti. Bukan saja level Indonesia, namun sudah terbukti tangguh di kawasan Asia Tenggara. Elie kini serius membangun karier baru sebagai pelatih, sekaligus mencari bakat muda Papua.

Elie Aiboy merupakan sosok winger yang sempat tak tergantikan di Timnas Indonesia. Keberhasilan membawa Selangor FA meraih tiga gelar dalam semusim juga membuat namanya begitu besar di Malaysia.

Setelah sukses bersama tim Garuda, membela klub-klub besar Tanah Air, hingga menjadi bintang Liga Malaysia, Elie Aiboy pensiun pada 2015 lalu. Elie Aiboy kemudian mulai menapaki jalan sebagai seorang pelatih.

Baca Juga:

Elie Aiboy Pastikan Persewar Waropen Siap Jalani Lanjutan Kompetisi

Alasan Kuat Sulut United Inginkan Kasta Kedua Digelar 7 November

Profesi ini tentu berbeda. Tak ada efeknya ketika namanya begitu tenar ketika menjadi pemain. Kini, semua harus dimulai dari nol ketika ingin berprestasi sebagai pelatih. Elie Aiboy memulai baktinya bersama tim Liga 2 asal Papua, Persewar Waropen.

Awalnya, Elie Aiboy masuk sebagai asisten pelatih. Namun setelah mundurnya Carolino Ivakdalam pada awal November 2019, Elie Aiboy naik menjadi pelatih kepala Persewar hingga sekarang.

Bolaskor.com berkesempatan mewawancarai Elie Aiboy saat hadir dalam pertemuan klub Liga 2 2020 di Royal Ambarukmo Hotel, Yogyakarta, Selasa (13/10) malam.

Elie Aiboy berbagi cerita tentang alasannya terjun dalam dunia kepelatihan. Termasuk juga tentang penilian pada Timnas Indonesia U-19. Berikut petikan wawancaranya:

Tidak banyak putra Papua, ketika selesai sebagai pemain, melanjutkan karier sebagai pelatih. Apa tujuan Elie Aiboy menjadi seorang pelatih?

Saya sudah mendapatkan banyak ilmu ketika berada di perantuan. Sekarang, saya pulang untuk membagikan ilmu yang sudah saya dapat itu, dan melihat sejauh mana pemain Papua bertalenta bisa berkancah di Timnas lagi.

Persewar Waropen. (Instagram Persewar)

Tentu tantangan sebagai pemain dan pelatih berbeda. Sekarang, Elie Aiboy dalam tahap awal menjadi pelatih. Apa tantangan terbesar saat ini menjadi pelatih Persewar?

Ada pemain inti musim lalu yang sekarang sudah tidak di Persewar?

Kita ambil para pemain Papua untuk masuk Persewar. Mereka ini punya talenta. Tinggal bagaimana kedisiplinan harus ditingkatkan, bagaimana mereka mengatur waktu. Itu yang harus dijaga.

Soal banyak yang pindah, saya pikir tidak masalah. Kita punya talenta banyak. Saya ingin menjadikan para pemain Papua ini. Jika mereka mau disiplin, mau kerja di lapangan, bisa dibina, itu sudah masuk dalam kategori saya.

Apa yang ingin dibuktikan sebagai pelatih dan bersama tim Persewar musim ini?

Saya sudah buat prestasi ketika menjadi pemain. Sekarang, saya ingin buat prestasi ketika menjadi pelatih. Merekrut para pemain Papua, mengorbitkan para pemain bertalenta ini agar bisa bermain di Timnas Indonesia.

Bersama Persewar, musim kemarin kita sudah bawa ke babak 8 besar. Tahun ini tentu jangan sampai keluar dari zona itu.

Apakah Elie Aiboy juga mengikuti Timnas Indonesia U-19 yang sekarang ada di Kroasia?

Saya ikuti terus dalam beberapa uji coba. Tadi dalam acara juga ketua umum (Mochamad Iriawan) menyampaikan Timnas U-19 ada progres. Grafiknya tambah bagus. Mudah-mudahan grafik ini bisa terus naik sampai Piala Dunia nanti.

Witan Sulaeman. (PSSI)

Baca Juga:

Wawancara Eksklusif Muhammad Adi Satryo: Jadi Penjaga Gawang karena Botol Minum hingga Alisson Becker

Dettmar Cramer, Bapak Sepak Bola Jepang dan Mentor bagi Shin Tae-yong

Di posisi winger, ada Witan Sulaeman yang cukup konsisten di Timnas U-19. Apa pendapat Elie Aiboy tentang Witan?

Witan dengan bola sangat bagus, punya kecepatan, tinggal bagaimana dia melepaskan bola terakhirnya saja. Penting di sentuhan terakhir. Memang harus dilatih lagi.

Apa Elie Aliboy yakin Witan bisa menjadi pemain masa depan Timnas Indonesia?

Dia pemain yang sangat bagus. Saya yakin bisa. Ketika dia mendapat pelatih yang punya talenta, kenapa tidak?

Apakah Shin Tae-yong merupakan pelatih yang tepat untuk Witan?

Iya, (Shin Tae-yong) sudah tepat untuk Witan. (Laporan kontributor Putra Wijaya)