BolaSkor.com - 12 tahun bukan waktu yang sebentar untuk menetap di sebuah Negara. Tidak hanya kebudayaannya saja yang ia sukai, ia juga memiliki seorang istri berwarga negara Indonesia dan memiliki anak satu. Herman Dzumafo, penyerang Bhayangkara FC ini masih tetap produktif meskipun usianya tidak muda lagi.

Sampai dengan saat ini saja ia sudah berusia 39 tahun tapi masih belum lupa cara untuk mencetak gol. Sering masuk di babak kedua, tapi kadang ia bisa menjadi super sub untuk timnya.

Sudah berumur, tapi masih produktif cetak gol, bagaimana tanggapannya?
Saya berusaha selau bisa membaca permainan dan saya selalu mencoba menjaga kondisi saya. Saya tahu kalau saya tidak muda lagi, tapi satu yang perlu orang banyak tahu, saya selalu bermain menggunakan hati, sehingga saya bisa sampai seperti ini.

Melihat, persaingan penyerang di Bhayangkara sendiri sekarang seperti apa?
Sekarang Bhayangkara punya penyerang-penyerang bagus, jadi persaingan semakin ketat. Jadi saya harus terus berjuang agar saya bisa mendapatkan tempat di skuat inti di Bhayangkara FC.

12 Tahun di Indonesia, apa yang membuat Anda bisa cinta dengan negara ini?
Pertama pasti semua tahu keramahan orang di Indonesia, ini yang membuat para orang asing nyaman ketika sampai di sini. Bahkan ketika saya dekat dengan istri saya pun itu karena keramahannya dan akhirnya saya bisa menetap di sini.

Apa yang ada suka dari Indonesia, makanannya atau apa?
Semua saya suka, kalau makanan ya pasti, pokoknya semua yang ada di Indonesia saya suka. Keadaan iklim di sini juga sama dengan negara asal saya, jadi saya betah tinggal di sini terutama di Pekanbaru.

Apa yang membedakan Indonesia dengan Kamerun?
Tidak ada perbedaan yang signifikan dari dua negara ini. Tapi bagaimanapun Kamerun tetap tanah kelahiran saya dan saya pasti sangat rindu dengan negara tersebut. Banyak kenangan yang saya lewati di sana terutama saat menjadi pemain sepak bola.

PSPS Riau sekarang ada di Liga 2, Anda memiliki kenangan manis di sana?
Saya selalu memiliki kenangan yang tidak bisa saya lupakan di sana, saya tahu tim ini sedang berada dalam kondisi yang tidak bagus. Mereka bermain di Liga 2 dan saya sangat berharap mereka bisa kembali ke Liga 1. Sebenarnya saya sangat ingin membatu mereka kembali ke Liga 1 tapi saya harus menyelesaikan urusan saya di Bhayangkara terlebih dahulu dan nantinya saya ingin kembali bermain untuk tim yang sudah membesarkan nama saya.

PSPS atau Bhayangkara?
Tetap PSPS, bagaimanapun tim itu akan selalu ada di hati saya.

Sekarang, apa harapan anda tentang sepak bola di Indonesia terutama pemain muda?
Sekarang waktunya sepak bola Indonesia berbenah dan menjadi lebih baik lagi dibandingkan dengan sebelumnya. Kalau untuk pemain muda, mereka bukan seharusnya dihujat, tapi mereka harus didukung dan dibimbing agar lebih baik lagi. Ketika sudah sampai ketingkat yang senior baru mereka bisa dinilai.