BolaSkor.com - Pemain asing Persik Kediri, Jefferson Alves Oliveira, mendapat pengalaman sangat berharga dari perjalanan kariernya di Indonesia musim ini. Lantaran baru tiga pekan berjalan, kompetisi Liga 1 2020 harus dihentikan sementara sampai 29 Mei 2020 karena pandemi Virus Corona (COVID-19).

Jefferson sendiri menjadi andalan penting di sektor pertahanan Persik Kediri di kompetisi musim ini. Ia bermain dalam semua pertandingan Liga 1, dengan hasil yang tidak cukup buruk, yaitu dua kali imbang dan satu kali kalah.

Bek asal Brasil yang menyematkan nama Formigao di belakang Jersey-nya itu pun memandang situasi ini dengan cukup bijak. Ia pun sangat percaya, Tuhan akan memberikan hikmah positif dari situasi sulit atas pandemi Virus Corona yang menerpa semua lapisan warga di belahan bumi.

Lalu, bagaimana dengan pandangannya terkait situasi yang dihadapinya saat ini? Berikut petikan wawancara secara eksklusif antara Bolaskor.com dengan Jefferson, melalui tanya jawab di akun media sosialnya, Kamis (09/04).

Baca Juga:

Wawancara Eksklusif Koko Ari Araya: Next Anang Ma'ruf Terinspirasi Andik hingga Dilirik Shin Tae-yong

Kisah Keluarga yang Sukses Jadi Pesepak Bola di Indonesia: Dari Seto Nurdiantoro hingga Abduh Lestaluhu

Halo Jefferson, bagaimana kabar Anda?

Halo teman, senang rasanya bisa berkomunikasi dengan Anda. Ya, dengan adanya Virus Corona ini sangat sulit rasanya untuk berkomunikasi secara tatap muka.

Kenapa Anda memilih tetap tinggal di Kediri?

Ya, saya memilih tetap di Kediri sambil menunggu dan berharap perkembangan situasi (pandemi Corona) ini segera berakhir.

Lalu, apa kegiatan Anda dengan penerapan Social Distancing akibat Corona ini?

Saya tetap berlatih di sini (Jefferson menempati rumah sebagai fasilitas bergabung dengan Persik Kediri). Karena saya yakin, Liga 1 akan segera bergulir. Saya percaya itu.

Anda punya opsi pulang ke Brasil. Mengapa tidak diambil?

Begini teman. Situasi seperti ini, sangat berbahaya jika bepergian, terutama melalui bandara. Lagipula, saya harus menempuh perjalanan yang menguras tenaga jika pulang ke Brasil. Perjalanan sampai 45 jam atau dua hari.

Baca Juga:

Wawancara Eksklusif Silvio Escobar: Cinta Indonesia karena Istri hingga Kenangan Kota Serui

Kisah Inspiratif Agus Fauzan, Wasit Liga 1 Jadi Tenaga Medis Tangani Virus Corona

Dan terkait kebijakan Persik yang memangkas gaji selama kompetisi berhenti?

Bicara mengenai hal ini sebenarnya sangat sulit. Tapi sebagai manusia, saya sangat mengerti dengan situasi sulit di Indonesia, dan juga negara lain bahkan dunia.

Anda hanya dibayar 25 persen dari gaji yang seharusnya selama empat bulan (Persik memberlakukaknnya pada Bulan Maret, April, Mei dan Juni). Bagaimana melihatnya?

Ini adalah pendapat saya secara pribadi. Yang pasti, 25 persen (pembayaran gaji) sangat lah kecil. Tapi dalam momen ini, saya bisa menerimanya.

Terakhir, apa harapan Anda terhadap situasi pandemi Corona yang juga menerpa bidang sepak bola?

Ini yang perlu Anda garis bawahi. Bahwa sangat penting untuk tetap menjaga kesehatan diri. Karena tanpa kesehatan, kumpulan uang tidak akan ada gunanya. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)