BolaSkor.com - Kushedya Hari Yudo menjadi rekrutan anyar PSS Sleman menatap kompetisi Liga 1 2019. Pemain asal Malang didatangkan dengan status top skor Kalteng Putra pada kasta kedua musim lalu.

Kushedya tak butuh waktu lama untuk membuktikan kualitasnya. Dalam debut resminya, Kushedya langsung mencetak dua gol kemenangan untuk tim Elang Jawa. Tak tangung-tanggung, dua gol itu diceploskannya ke gawang tim bertabur bintang, Barito Putera.

Kemenangan 2-1 didapat PSS Sleman dalam leg pertama babak 32 besar Piala Indonesia 2018/2019 di Stadion Demang Lehman, Banjar, Rabu (23/1). Kemenangan ini pun memberi kesan apik bagi pemain kelahiran 16 Juli 1993.

Bolaskor.com berkesempatan mewawancarai Kushedya setelah debut bersama PSS Sleman. Ia benar-benar merasa lega atas torehan di markas Barito Putera.

Gol ini juga didedikasikan untuk suporter PSS, Muhammad Asadulloh Alkhoiri yang meregang nyawa setelah dilempar batu oleh oknum tak bertanggungjawab di wilayah Kalasan, Sabtu (19/1).

Baca Juga:

Meski Menunggu PSS Sleman, Cristian Gonzales Sebut Ditaksir Bogor FC

PSS Sleman Belum Puas dengan Peforma Empat Pemain Seleksi

Pelatih Persis Solo Puas dengan Performa Eks Persela saat Uji Coba dengan PSS

PSS Sleman
Latihan perdana PSS Sleman. (BolaSkor.com/Prima Pribadi)

Berikut wawancaranya :

Seberapa besar arti kemenangan ini buat kamu?

Buat saya pribadi, alhamdulillah pertandingan perdana bisa kasih kesan yang baik buat suporter dan manajemen. Kemenangan dan gol ini juga saya persembahkan untuk suporter PSS yang kemarin meninggal.

Banyak yang meragukan apakah alumni Liga 2 bisa bersaing dengan tim Liga 1. Tapi kamu dan PSS Sleman bisa memberi bukti dengan mengalahkan Barito Putera di kandangnya. Apa pendapat kamu?

Ya saya tahu. Pemainnya cuma itu-itu saja to katanya. Tapi inilah yang namanya sepak bola. Ketika awalnya diremehkan, kita bisa memberi bukti dengan kerja keras, jaga kekompakan, berdoa, dan sekarang ada hasilnya.

Kalau secara tim, apa sih arti kemenangan atas Barito?

Paling tidak dengan kemenangan ini, kita tidak disepelekan. Tidak lagi dipandang sebelah mata lagi.

Soal gol pertama saat lawan Barito, kamu mencetak dengan sundulan. Itu terbilang sangat jarang. Apa pendapatmu tentang gol itu?

Memang jarang sih cetak gol lewat sundulan. Musim lalu dari 14 gol, hanya dua yang lewat sundulan. Saat itu saya cetak gol ke gawang PSMP dan Persiba Balikpapan. Lainnya cari ruang dan membuat peluang.

Kalau tadi prosesnya bek lawan loncat dulu, tapi nggak kena. Saya loncat dari belakang nggak taunya kena dan jadi gol.

Kalau bicara soal dulu memutuskan gabung PSS Sleman, apa pertimbangannya?. Dan bagaimana kondisi tim sekarang?

Pertimbangannya karena ingin dekat dengan keluarga di Malang. Kalau di Sleman kan tinggal naik kereta sekali sudah sampai. Sementara kalau ke Kalimantan (Kalteng Putra) harus transit dulu, waktunya jadi lama. Suporter Sleman juga menjadi salah satu pertimbangan. Setiap pertandingan pasti banyak.

Soal kondisi tim sekarang, saya merasa nyaman. Meskipun saya disini baru, teman-teman sudah seperti keluarga. Enaklah pokoknya

Terus target di Liga 1 nanti apa? Apakah jadi top skor tim lagi?

Saya siap memberikan yang terbaik. Ingin membawa PSS Sleman bertahan, setidaknya jangan sampai terdegradasi. (Laporan Kontributor Al Khairan Ramadhan/Solo)