BolaSkor.com - Dewa United FC belum lama ini resmi memperkenalkan Nil Maizar sebagai pelatih baru untuk mengarungi kompetisi Liga 1 2022/2023. Pelatih asal Payakumbuh, Sumatera Barat, diberi target membawa tim berjuluk Tangsel Warrior tersebut finis di papan atas.

BolaSkor.com mendapat kesempatan melakukan wawancara secara eksklusif dengan pelatih yang pernah menangani Timnas Indonesia di Piala AFF 2012 tersebut.

Baca Juga:

Dewa United FC Pertahankan 12 Pemain, Termasuk Kapten Tim Rangga Muslim

Stadion Madya Jadi Opsi Kedua Markas Dewa United FC

Kepada BolaSkor.com, Nil Maizar bercerita mengenai proses bergabung dengan Dewa United FC, pemain seperti apa yang dia inginkan, sampai target yang diberikan manajemen.

Berikut ini petikan wawancara eksklusif BolaSkor.com dengan Nil Maizar:

Bagaimana perasaan Anda bisa bergabung dengan Dewa United FC? Bisa diceritakan proses bergabungnya?

Pertama, tentu saya sangat bersyukur, ya. Alhamdulillah, saya sudah resmi bergabung dengan Dewa United FC. Perasaan saya tentu sangat senang, sangat gembira, tapi di balik itu suatu tanggung jawab besar yang harus saya hadapi untuk menjalani semua ini.

Prosesnya sangat luar biasa. Dari pembicaraan dengan Pak Ardian (CEO Dewa United FC), juga melalui pak Rendra Soedjono, kami berdiskusi dan bicara mengenai visi dan misi dari Dewa United FC ke depannya dan kami juga banyak berbicara bagaimana membangun sebuah klub yang profesional ke depan lebih baik.

Dari pembicaraan itu, kami sepakat untuk bekerja sama. Jadi bukan hanya lewat telepon atau hanya lewat WA (whatsapp), tapi kami bertemu. Saya sebagai pelatih memaparkan bagaimana menjadi seorang pelatih yang bagus, bagaimana ke depannya Dewa United FC untuk bertarung di Liga 1 ini seperti apa. Jadi konsepnya seperti apa, taktikalnya seperti apa, strateginya seperti apa, sehingga akhirnya kami bersepakat untuk bersama-sama membangun tim ini ke depan lebih baik.

Selain kesamaan visi dan misi, hal apa yang membuat Anda tertarik menerima tawaran melatih Dewa United FC?

Di luar itu, yang luar biasa dari Dewa United FC dibanding tim-tim lain adalah Dewa United FC ini sudah membentuk infrastruktur sebelum orang-orang tahu, itu yang luar biasa.

Mereka sudah membentuk bagaimana homebase untuk dua-tiga tahun ke depan, membuat lapangan bola lebih bagus di daerah Bogor, dan itu memancing saya untuk lebih mencintai Dewa United FC untuk ingin jadi bagian Dewa United FC.

Lalu visi dan misi dari presiden klub, dari manajemen, dari manajer, dari owner pun begitu. Rasanya yang sangat luar biasa di sini ada kekeluargaannya sehingga kami lebih cinta dan lebih tertarik dengan Dewa United FC.

Nilmaizar diapit CEO Dewa United FC Ardian Satya Negara dan manajer Randy Julio. (BolaSkor.com/Dewa United FC/Rizki Fitrianto)

Dewa United FC ini tim baru tapi bisa langsung promosi ke Liga 1, manajemen juga cukup serius dalam membangun tim ini, apa itu jadi tantangan untuk Anda?

Tantangan atau target dari suatu tim itu sangat kita hargai, dan kita harus mengarah ke sana, jadi target papan atas di Liga 1 ini karena kami tim promosi, itu tantangan luar biasa bagi saya.

Tapi bagi saya, itu adalah pekerjaan yang normal saja, karena di mana kita bekerja kita akan mendapatkan target dan itu yang harus kita kejar. Yang penting bagaimana saya menjaga proses ini supaya hasilnya bagus. Mudah-mudahan nanti hasilnya akan lebih bagus.

Target apa yang diberikan manajemen Dewa United FC pada Anda?

Secara umum mereka menargetkan papan atas. Papan atas itu bisa satu, dua, tiga, atau lima atau enam. Tapi mereka ingin di Piala AFC. Ya mudah-mudahan target ini bisa tercapai, keinginannya bisa tercapai, dan kita bisa memuaskan segala pihak di tim ini.

Anda sudah berpengalaman di Liga 1, bagaimana melihat peta persaingan di musim depan? Bagaimana melihat peluang Dewa United FC bersaing di papan atas?

Kalau secara umum tim baru di Liga 1 ini kan ada tiga. Pertama, (Persis) Solo, kedua Rans (Cilegon FC), dan ketiga Dewa United FC. Tiga pendatang baru ini akan berhadapan dengan 15 tim yang sudah lama berkecimpung di Liga Indonesia.

Saya secara pribadi sudah memetakan, jadi dengan masing-masing peta kekuatan di antara (peringkat) enam sampai satu, tujuh sampai 10, dan 15-18, memang ada beberapa tim yang mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa dan ada juga tim yang kekuatannya tidak luar biasa.

Mudah-mudahan dengan kita memetakan itu, kita bisa melakukan langkah-langkah untuk berkecimpung di Liga 1, karena ini juga yang pertama kali untuk Dewa United FC. Di Liga 2 sama Liga 1 itu tentu sangat berbeda, terutama dari soal tekanan dari segala sisi dari tim Liga 1.

Pelatih Dewa United FC, Nilmaizar. (BolaSkor.com/Dewa United FC/Rizki Fitrianto)

Filosofi dan gaya permainan seperti apa yang akan Anda terapkan di Dewa United FC?

Yang penting buat saya bagaimana bertahan bagus, bagaimana menyerang bagus, dan yang terpenting dari situ transisinya. Begitu transisi dari bertahan ke menyerang atau transisi dari menyerang ke bertahan. Tapi semua itu dipenuhi empat sisi. Pertama, fisiknya bagus.

Kedua, taktiknya bagus. Ketiga, tekniknya bagus, dan yang terakhir mentalnya bagus. Mungkin itu yang akan kami kemas sehingga Dewa United FC ini Insyaallah akan menjadi tim yang utuh dan bisa bersaing di Liga 1.

Pemain seperti apa yang Anda inginkan untuk memperkuat Dewa United FC?

Kalau saya satu saja, mau kerja. Kerja keras, kerja maksimal, kerja tuntas, dan mempunyai daya juang tinggi di setiap pertandingan. Pantang menyerah. Setiap pertandingan adalah 'perang'.

Berapa persen skuat musim lalu yang akan Anda pertahankan?

Dari beberapa pemain yang kemarin kami coba latihan, mungkin sekitar 40 persen mungkin akan kami pertahankan karena mereka punya kompetensi dan kemampuan untuk bisa bersaing di Liga 1 dan memberikan kontribusi di Liga 1. Salah satu nama yang bertahan dan harus saya sebutkan adalah Rangga Muslim. Dia punya kompetensi dan dia kemarin kapten tim Dewa United FC di Liga 2.

Nilmaizar diapit CEO Dewa United FC Ardian Satya Negara dan manajer Randy Julio. (BolaSkor.com/Dewa United FC/Rizki Fitrianto)

Apa yang membedakan Dewa United FC dengan klub yang pernah Anda tangani sebelumnya?

Kalau beda sih enggak terlalu jauh, ya. Cuma mungkin di sini dipenuhi anak-anak muda yang begitu berkeinginan menjadi lebih baik. Anak-anak milenial, mulai dari pimpinan kita, owner, presiden klub, manajer, ofisial, staf media, kitman, semuanya. Kedua, mereka sudah membikin yang belum orang bikin, yaitu infrastruktur yang bagus. Sarana dan prasarana latihan yang bagus, dan target mereka dua sampai empat tahun ke depan bisa terlaksana apabila semua yang dibangun hari ini, infrastruktur yang dibangun hari ini akan menjadi kenyataan.

Apa Anda akan merombak staf kepelatihan musim lalu?

Kalau komposisi (pelatih), enggak. Cuma satu-dua yang kami ganti. Tapi itu belum pasti, karena masih ada negosiasi dengan teman-teman tim pelatih lainnya. Yang pasti coach Erick Ibrahim (pelatih kiper) tetap bertahan dengan saya, yang baru cuma pelatih fisik. Lalu kami juga akan menambah dengan asisten pelatih teknik dan itu masih menunggu satu-dua hari ini.

Ada pesan yang ingin Anda sampaikan untuk suporter Dewa United FC?

Saya tidak bisa menjanjikan apa-apa, karena itu urusan kami dengan Allah. Yang penting saya akan bekerja keras dengan staf pelatih yang ada, dengan staf ofisial yang ada, dengan manajemen, dengan presiden klub, dengan manajer, dengan para pemilik Dewa United FC untuk ke depan lebih baik. Harapan saya suporter Dewa United FC mendukung kami, mendukung saya, demi Dewa United FC untuk lebih mencintai dan lebih membantu bahwa sepak bola tanpa suporter seperti makan tanpa garam.

Pelatih Dewa United FC bersama CEO klub Ardian Satya Negara sedang memberikan keterangan pada awak media. (BolaSkor.com/Dewa United FC/Rizki Fitrianto)